10 Januari 2012

Shalat Ashar hilangkan Stres



Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Orang yang terluput menunaikan shalat Ashar, seolah-olah dia kehilangan keluarga dan semua hartanya” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah)
Faktor apa saja yang bisa membuat seseorang menjadi stres? Jawabannya beragam, mulai dari kemacetan, masalah tugas kuliah, laporan, beban organisasi dan sebagainya. Semua itu bisa membuat kita lelah, tertekan, dan juga stres.
Stres membuat hormon adrenalin dan kortisol yang diproduksi tubuh sewaktu stres, juga digunakan otot-otot kita saat olahraga, terus beredar dalam peredaran darah. Gejala-gejala yang ditimbulkan cukup beragam, mulai dari sakit kepala, susah tidur, sembelit dan lainnya. Daya tahan tubuh pun melemah sehingga memunculkan berbagai penyakit kronis.
Apa kaitannya stres dengan shalat Ashar? Ada penemuan penting diungkapkan Dr. Zohair Karami asal Tunisia. Menurutnya, shalat Ashar bisa mengurangi risiko terserang penyakit yang berhubungan dengan hormon adrenalin, khususnya darah tinggi dan jantung.

Bagaimana prosesnya? hormon adrenalin ini mencapai puncak produksinya antara pukul 15.00 sampai 16.00. nah, shalat Ashar yang dilakukan dengan khusyu’ akan menciptakan keadaan santai (rileks) yang memacu hipokampus di otak dan sistem parasimpatik bekerja. Terpacunya kedua sistem ini akan menyeimbangkan tekanan adrenalin dalam tubuh. Akibatnya, efek ketegangan yang ditimbulkan oleh adrenalin dapat direndam. Insya Allah, stres pun hilang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar