27 Oktober 2012

bercanda, tapi serius kok..


(Mulai baca tulisan ini dengan Basmallah, semoga tidak ada setan yang ikut-ikutan membisikkan sesuatu di telingamu)
Masa iya saya harus mengatakan pada Anda untuk mau dan bersedia menjadi pendamping saya, menjadi pemimpin saya, menjadi rujukan pertama di saat saya bimbang mengambil keputusan, menjadi yang pertama saya lihat ketika saya bangun tidur, menjadi yang sering saya buatkan minuman ketika Anda pulang kerja, menjadi yang selalu saya utamakan dalam meminta ijin untuk bepergian, menjadi...ayah bagi anak-anak saya????
Seharusnya Anda yang meminta saya, kan?
Tapi kalau kenyataannya nanti Anda terlalu lama, ya mau tidak mau, saya akan maju duluan..aih, tapi, jangan lah, mana kejantanan Anda??
Dan, saya juga, sampai sekarang, tidak mengenal, Anda itu siapa...????
Yang saya yakini, kita akan bertemu di suatu hari di suatu kota...
Atau mungkin sekarang, saat Anda membaca tulisan ini, Anda dan saya sudah saling kenal?
Atau bisa jadi, kita hanya akan bertemu satu kali dan langsung ada getaran-getaran mencurigakan yang harus segera di-iya-kan dan Anda menjadi-menjadi yang saya sebutkan di awal tadi?
Kita tidak pernah tahu, kapan kita bertemu..
Ah, Anda, makhluk tersempurna dan terbaik yang pasti akan ada di waktu yang tepat..
Saya tidak galau, sungguh, karena Anda-lah laki-laki terbaik itu..yakin saja...;-)
(untuk laki-laki yg sedang membaca ini, akhiri pembacaan tulisan ini dengan Istighfar, jangan GR ya!)

24 Oktober 2012

refreshing di sawah

saya percaya bahwa tanaman mengerti hati kita. jika kita baik-baik terhadapnya, ia akan menghasilkan yang baik terhadap kita.. itulah kenapa orang tua saya menjalani liburan-liburan masa tuanya di sawah...
dulu ketika mereka semua bekerja satu minggu penuh, mereka bersama-sama dan mengajak kami sekeluarga untuk mengurusi tanaman-tanaman di sawah..itu ketika saya masih tinggal di rumah..
tapi sekarang, bapak sudah pensiun, ibu masih bekerja dan saya sudah jarang pulang ke rumah,.,,tapi mereka masih setia menjadi petani, berlibur di sawah...

saya masih suka ke sawah, ada cabai, tembakau, padi,jagung, dan lain-lain...

makanya sangat dilematis bagi saya, untuk nantinya tidak bekerja di gedung-gedung, tetapi membantu para petani memajukan wilayahnya dengan ilmu yang saya miliki nantinya...biarlah saya begini.. yang penting bermanfaat, bukan??

Curahan Segalanya


Takkan kulupa, masa-masa indah penuh warna ditengah keluarga
Saat bermanja, atau saat lara menerpa kita
Itu tak mengapa
Kepada mereka curahan sgalanya
Karena kita satu saudara, penuh canda dan tawa
Karena kita saling menjaga dalam suka dan duka
Karena kita belahan jiwa tempat berbagi rasa
Karena kita saling setia begitu selamanya
Hembusan angin mengajak riuhnya pepohonan bagaikan tarian
Burung kecilpun terbang tinggi berkejaran riang
Itu pun tak apa
Seperti mereka terasa bahagia
Karena kita satu saudara, penuh canda dan tawa
Karena kita saling menjaga dalam suka dan duka
Karena kita belahan jiwa tempat berbagi rasa
Karena kita saling setia semoga selamanya

*taken from Curahan Segalanya by Sherina Munaf

17 Oktober 2012

wanna say something bother me..


Kadang saya ragu untuk meneruskan kuliah saya...
Padahal selama ini yang saya tahu, saya adalah orang yang tidak pernah mengeluhkan perkuliahan di sini.. sementara teman-teman lain, sampai semester enam kemarin pun, masih sering mengutarakan ketidaksinkronan otak dengan hatinya saat sedang memenuhi tugas sebagai mahasiswa fakultas peternakan dan pertanian...
Ada yang masih belum nge-fill saat kuliah di peternakan karena hati ada di jurusan komunikasi, ada yang di jurusan psikologi, ada yang di jurusan ilmu politik.. tapi tidak dengan saya yang hampir tidak pernah mengutarakan perasaan-perasaan aneh saya berada di peternakan, meski kadang terlintas pikiran untuk pindah jurusan (tapi lebih sering saya menutupinya dengan terus menenangkan diri untuk lebih bersyukur dan tidak menuntut macam-macam...)
Dulu, saya sangat ingin jadi researcher di manapun, tapi kemudian, jika saya bayangkan posisi saya sebagai researcher, saya akan sangat sedikit berinteraksi dengan manusia, padahal saya sangat ingin selalu bercengkrama dengan sesama...
Lalu, pernah saya bercita-cita jadi desainer, tapi ternyata desain saya biasa-biasa saja..
Atau, cita-cita lain untuk menjadi dosen..tapi kemudian, saya menyadari bahwa suara saya cempreng-cempreng tidak enak didengar dan kemampuan saya menjelaskan sesuatu, selalu terasa rancu, saya bahkan kasihan terhadap mahasiswa yang menjadi anak didik saya, takutnya, mereka hanya memandang saya mampu sebagai diri saya sendiri, tanpa mampu mencerdaskan orang lain...
Atau cita-cita menjadi seorang penulis,, yah, ini masih terus saya kembangkan, tapi saya jadi ragu, kan saya anak peternakan yang nantinya jadi Sarjana Peternakan, masa mau jadi penulis???
Banyak sekali cita-cita saya yang mulia, tapi selalu terbentur (atau leih tepatnya saya benturkan dengan berbagai kemungkinan), sehingga yang terjadi adalah keputusan-keputusan tidak elegan yang saya ambil dan menghasilkan sebuah aksi berupa ketidakseriusan dalam mengerjakan apapun..;(
Maka kesimpulan sementara yang dapat saya ambil dari kegalauan ini adalah bahwa, SAYA KURANG BERSYUKUR... sehingga semuanya terasa menutupi jalan saya untuk lebih maju..padahal jika saya IKHLAS menerima dan terus BERSYUKUR, saya (pasti) akan mendapatkan hal-hal berlebih, mungkin kemudahan-kemudahan, atau bahkan hanya sekedar ketenangan ati dalam menjalani hidup ini...
Maka, bagi siapapun yang membaca curhat saya ini, selalulah ingatkan saya untuk selalu ikhlas dan bersyukur, sekaligus sabar menghadapi apapun yang ada,,
Hingga saya semangat lagi untuk meneruskan tugas-tugas berkaitan dengan akademik saya yang sudah di penghujung senja ini...;)

14 Oktober 2012

keep clean

sudah banyak cerita tentang fakta yang membuktikan bahwa, menjaga hati itu ya memang untuk Allah,,
dan saya memang kurang sepakat dg lagu Yovie n The Nuno yang

"Biarkan aku menjaga perasaan ini, menjaga segenap cinta yang telah kau beri...
engkau pergi, aku takkan pergi, kau menjauh aku takkan jauh..
sebenarnya diriku masih mengharapkanmu..."

*tapi bukan berarti saya ngece lagu ini nggak banget atau gimana, hanya kurang sepakat saja : just in my opinion..

gimana ya,, saya juga lagi belajar nih tentang hal beginian,,,
tapi melihat fenomena beberapa orang yang dulu, dengan yakinnya dia akan berjodoh dg seseorang, ternyata kini mengucap janji dengan yang lain...hehe..

maka mari, bareng2 belajar untuk menjaga hati, menjaga dengan benar2, bukan menjagakan untuk seseorang,, (agak sussaaaah memang, tapi, pasti bisa!), menjaga hati untuk dijagakan Allah..serahkan sepenuhnya padanya, agar nanti, kita hanya mengucap janji pada pilihanNya,,

*only self talked, jangan diambil serius gitu, nggak sepakat juga gak apa2 kok, santai ya..;P

8 Oktober 2012

bukan membalas hujatan, hanya ingin mengingatkan


Ada seseorang, yang setahu saya, dia lumayan paham soal agama. Tiba-tiba menuliskan sesuatu tentang Rohis yang sedikit menyinggung perasaan saya yang merupakan anak rohis..;). Intinya, beliau menyampaikan kalau sudah lama, anak rohis it, kebanyakan tidak mengerti bahasa arab, tidak  paham terhadap kedudukan bahasa, sehingga mengartikan sesuatu seenaknya.
Tidak masalah saya pikir, ketika hal tersebut hanya ada di pikirannya dan menuntun beliau untuk mencarikan solusi. Tapi yang sedikit mengusik adalah, bahwa beliau menuliskannya agar semua temannya mengetahui (termasuk saya) mengenai permasalahan anak-anak rohis. Namun lebih dari itu, bukan hanya permasalahan ini yang kemudian akan diketahui setelah seseorang membaca tulisannya, karena yang lebih lanjut adalah, bahwa mereka yang mengetahui permasalahan tersebut, kenapa memilih untuk tidak membenahi?
Kalau memang infonya sudah lama bahwa rohis memiliki masalah seperti itu, kenapa orang-orang terdahulu yang seperti beliau (termasuk beliau juga), tidak kemudian mengambil peran untuk membenahi sistem di dalam tubuh rohis?? Kemana saja??
Sekarang begini, lebih baik mana, muslim yang tidak begitu paham bahasa arab, tidak mengerti kedudukan bahasa arab, tetapi sekali mengetahui dalil tentang perintah dan larangan Allah, langsung melaksanakan syariat sembari terus belajar ATAU muslim yang sudah paham betul ilmu agama, sudah nglotok pengetahuan mengenai bahasa Arab dan segala hal tentangnya, tetapi tidak sama sekali menerapkan syariat dengan baik, bahkan cenderung menyalahkan keadaan tanpa ada upaya membenahi??
Semoga kita semua berada dalam ketetapan iman padaNya, saudaraku..;)

berjuang melawan kantuk


Hari ini, menyempatkan diri untuk berkunjung ke perpustakaan universitas karena kondisi perpustakaan fakultas yang masih direnovasi (selain memang ingin jalan-jalan sambil refreshing mencari bahan tulisan). Dan di sini, pengunjung dominan adalah mahasiswa baru, yang masih pakai pakaian hitam putih. Tidak penting memang bagaimana kondisi dalam perpustakaan ini, karena tidak seramai perpustakaan fakultas..
Tapi yang menjadikannya menarik adalah, ketika ada dua mahasiswa berseragam hitam putih, putra putri, duduk berdekatan. Searah jarum jam sebelas dari arah saya duduk (makanya saya jadi tahu apa yang mereka kerjakan). Mereka hanya mengerjakan tugas bersama, itu saja. Tapi karena saya sedang duduk sendirian, hal itu menjadikan saya mengingat masa lalu...
Ahahaha...jaman SMP yang lalu, kami juga sering menjumpai muda-mudi tersipu-sipu duduk bersebelahan, mengerjakan tugas bersama sambil membicarakan masa depan.. Lalu tiba-tiba seminggu kemudian saya tahu mereka bermusuhan satu sama lain... Ah, entahlah, sampai sebesar ini pun, cinta monyet itu selalu menghiasi.
Bahwa suka-sukaan satu sama lain tanpa landasan yang jelas, meski sudah berumur kepala dua, sama saja merupakan tindakan kekanak-kanakan..saling marah-marahan ketika ‘pasangan’ tidak mau menuruti permintaan, telepon berlama-lama karena kangen, sampai berebut saling menyilahkan untuk menutup telepon terlebih dulu yang malah menambah waktu percakapan makin lama... iiihhh...
Bukan saya jumawa dengan merasa aman-aman saja, karena bisa jadi, kalau saya tidak hati-hati, hal semacam itu akan menimpa saya dalam kondisi yang serba rumit. Aih, tapi saya selalu berdoa pada Allah untuk dipertemukan hanya dengan orang-orang baik, agar kami mampu untuk saling menasehati, baik kini maupun suatu hari nanti. Agar tidak terjadi suka-sukaan yang seolah-olah sejati itu..
Nice day at WiPi...*makalah seminar sudah deadline, tapi saya selalu mengantuk.-_-