21 April 2013

Jangan Sembarangan Ngomong Ya!


Kalau ada orang ngomong sembarangan dan kita jadi sakit hati karena omongannya, setidaknya kita jadi tahu, bahwa ngomong sembarangan itu tidak baik, tidak baik untuk orang lain maupun untuk diri sendiri..
Dan beruntungnya, bagi kita-kita yang terbiasa mengambil sisi positif dari suatu kejadian atau permasalahan, hal-hal negatif seperti itu bukan malah membuat kita ciut, tapi membuat kita semakin besar, bertumbuh dan makin yakin bahwa menjadi orang baik itu tidak mudah (bukan ujub, tapi menghibur diri =))
Karena ya, mau bagaimana lagi, orang-orang yang omongannya sembarangan, apalagi jika kita sudah mengenal tabiatnya, akan cenderung sangat melelahkan untuk ditanggapi jika kita menenggapinya dengan sikap negatif pula. Jadi, demi menjaga kredibilitas, martabat, dan harga diri, cara melayani orang-orang seperti itu adalah dengan bersikap elegan. Kadang kita malah lebih baik untuk terlihat tidak pernah terjadi apa-apa. Jika baru saja diomong-i sembarangan, diam saja, kadang itu lebih baik. Diam saja, tanpa harus menggerutu, tanpa harus mengomong-i balik yang sembarangan, tanpa menyebarkan omongannya yang sembarangan, dan lihat apa yang terjadi. (udah kaya Mario Teguh aja ya :P).
Tapi bener lho, saya sedang mencoba sekarang..haha. Orang yang kebanyakan omongannya ga beres itu, sudah beberapa kali menyampaikan maksud ketidakberesannya lewat perkataannya.. dan tidak hanya pada saya, tapi pada beberapa orang juga (lhoh kok malah saya omongkan di sini? Ah, tidak, ini sebuah kisah, untuk diambil hikmahnya, saya tidak akan menyebutkan orangnya =)). Dan beberapa orang yang menjadi sasaran ke-sembarangan omongannya, sebagian besar acuh tak acuh, tidak peduli dengan tingkahnya, ya seperti yang saya omongkan tadi, diam saja, tanpa menanggapi, tanpa menyebarkan ke-sembarangannya.. dan yang terjadi adalah, dia semakin tidak beres dengan ke-sembarangannya, dan kita-kita yang nampak ‘innocent’ ini, malah nampak baik.. (jahat ya? Lha mau bagaimana, wong kita sudah mencoba meluruskan, malah jadi berantakan...)
Hmmm... jika ketidakberesan sudah dicoba untuk dibereskan, bahkan oleh beberapa manusia, tetapi masih belum dan tidak pernah menjadi beres, ada beberapa kemungkinan yang mungkin terjadi. Mungkin, beberapa manusia itu kurang memohon pertolongan Sang Maha Kuasa, atau jika pun telah meminta tolong dengan sangat kepada Sang Maha Kuasa tetapi belum beres-beres, bukan berarti Sang Maha Kuasa yang tidak mampu, tapi mungkin, si pembuat ketidakberesan itu, sedang diminta untuk menguji para pemberes, atau bahkan memang, sudah tidak akan pernah beres.
Arggghhh... mari beres-beres! Bereskan hati, bereskan perasaan, bereskan pikiran, bereskan omongan, bereskan tingkah laku, bereskan semua, hingga tidak ada yang tidak beres, hingga tidak ada lagi yang sembarangan =)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar