19 Maret 2014

Percepatan Kehidupan



Well. Terimakasih atas segala nikmat yang Kau beri. Atas berbagai inspirasi dari dinding kamar mandi. Bahwa aku tidak boleh cupu lagi. Bahwa aku tidak boleh menjadi penakut kini. Semua harus dijalani.. :D.
Ah, akhir-akhir ini waktu berjalan saaangat cepat. Saat saya lulus kuliah, saya sangat ingin segera mendapat pekerjaan yang bisa menjamin hidup saya. Meski orangtua tidak pernah memaksa. Kalau pikir saya, mungkin karena mereka masih menganggap bahwa saya adalah bungsu mereka, jadi ‘jangan terlalu terburu-buru’. Tapi saya gerah, saya seperti sedang berjalan lamban sementara teman-teman saya sudah berlari sampai siap menjadi apapun selanjutnya.
Entahlah, padahal seperti biasa, orang-orang dulu juga banyak kan, yang menikah sebelum lulus kuliah? Eh, begini, ini saya sedang berbicara tentang waktu yang berjalan saaaangat cepat, dalam pandangan lain, yaitu menikah. Nah, kembali lagi, maksud saya menulis kalimat pertama tadi, orang-orang menikah sejak sebelum lulus kuliah itu, dari dulu sudah ada, kan? Atau, orang-orang menikah saat beberapa tahun bahkan beberapa bulan setelah lulus itu, biasa juga, kan? Dan biasa juga kan, kalau beberapa manusia masih belum sreg untuk menikah saat usianya hampir menginjak 30 tahun?? Jadi, menikah itu fenomena biasa, kan? Tapi bagi saya, beberapa hari ini, mmm.. beberapa akhir bulan-bulan ini, menikah menjadi hal yang luar biasa, karena beberapa orang yang saya kenal, memutuskan untuk menikah dalam waktu dekat-dekat setelah lulus kuliah bahkan sebelum lulus kuliah. Saya sempat berpikir, apakah zaman ini sudah berubah? Apakah semuanya harus serba cepat? Karena adik-adik kelas saya juga pun banyak yang sudah memutuskan untuk menikah. Ahh... sudahlah. Anggap saja semuanya masih biasa seperti dulu, seperti zaman orangtua kita.
Nah, jadi intinya adalah saya galau karena beberapa teman seumuran saya yang sudah lulus kuliah, banyak yang segera bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, keluarganya, atau bahkan untuk menabung demi segera melangsungkan pernikahan. Hahaha.. *Galau mbak?*
Tidak, saya tidak galau, hanya akhir-akhir ini jarang menulis saja. Saya ingin berbagi tetapi sering saya urungkan karena tidak ingin membebani. Saya berjalan saja seperti biasa. Bolak-balik Temanggung-Semarang untuk meringankan beban pikiran, *tapi sepertinya malah menambah beban pikiran orang tua*, ah sudahlah, kata bapak saya, yang penting saya bahagia. Lakukanlah apapun yang baik dan membahagiakan.
Hahaha.. sempat membaca tulisan ini? Random dan memalukan, ya? Ya, semoga kelulusan kita, masa-masa kita setelah kuliah tidak membebani orang-orang di sekeliling kita. Belum mendapat pekerjaan pun, enjoy saja, yang penting menghasilkan. Ya kan? Eh, bukankah intinya begitu? Tidak menyusahkan dan bisa hidup mandiri. Daaann,, meski belum menemukan jodoh, tidak usahlah terburu-buru. Karena menikah bukan lomba lari. Biarlah jodoh kita datang di waktu yang memang paling tepat. Perkara orang-orang terdekat kita sudah menikah, yaa itu urusan dia. Santai saja, kan? Takkan lari Sindoro dikejar.
Hmmm.. percepatan, bagi sebagian orang memang mengagumkan. Dalam usia sekian sudah mendapat prestasi begini dan begitu, sudah menjadi ini dan itu, sudah mencapai titik ini dan itu. Tapi semoga kita digolongkan dalam orang-orang yang selalu sabar dan ikhlas atas segala yang menimpa, ya? Tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan, selalu bijak dalam bertindak.
Tidak ada yang tahu mengapa kita belum bekerja sekarang, kita belum menikah sekarang, atau kita belum memiliki anak, sekarang, sebelum itu sudah terjadi dan kita mengerti hikmahnya.
Hanya orang-orang yang tidak mengerti saja yang akan selalu sibuk mengomentari. Pernah ada yang berkomentar, saat dulu saya belum selesai kuliah
“Sibuk apa, Rul?”,
Saya jawab, “Masih kuliah, Mas”
“Weleh.. kapan cari duitnya??”
“Yaa, kuliah sambil cari duit to ya..”
Glek, bagi saya, waktu itu, pertanyaan tersebut sedikit mak jleb karena memang saya belum punya penghasilan apapun. Tapi lalu saya memutuskan untuk mendapat uang dari kerja ini itu semasa kuliah. Yaa, cukup menghibur, lah.. Haha.
Dan kalau misal orang itu kini menanyai saya lagi, saya pikir jika saya menjawab sekenanya, saya pasti akan kena bully. Tapi ya sudahlah, kalau beliau tanya, saya akan jawab sejujurnya, tentu dengan sedikit bumbu agar lebih sedap didengar. :D.
Kini, saya sedang menjalani masa-masa berkabung, banyak berpikir. Makanya, saya sering posting tulisan sampah inspiratif seperti ini. Semoga bermanfaat. :D.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar