27 Agustus 2011

tenar itu tidak baik

Terlalu tenar itu memang tidak baik. Bahkan tenar saja, itu juga tidak baik. Belajar dari kata-kata Aa Gym di acara Just Alvin, entah benar atau tidak, tapi beliau banyak mengatakan bahwa Aa Gym yang dulu bukan diri beliau sebenarnya. Bahwa dulu banyak melakukan penebalan topeng, agar terlihat ‘baik’.
Dan kini, ketika beliau sudah tidak setenar dulu, beliau merasa benar-benar menjadi diri beliau yang sesungguhnya. Bahasa kasarnya, beliau lebih mampu membumi.
Bukan saya ingin mengorek-orek diri Aa Gym. Saya malah teringat beberapa da’i yang tidak populer, bahwa mereka lebih membumi, mereka lebih mampu menjaga diri, dibandingkan Aa Gym.
Bagaimanapun, media telah terlalu pintar memanipulasi diri Aa Gym menjadi sosok idola. Padahal seharusnya, kata beliau, seorang ulama atau da’i tidak boleh merasa menjadi seseorang yang lebih dari orang lain. Dan begitulah hakikat idola, seseorang yang lebih dari orang lain.
Seorang da’i malah harus lebih merunduk dari mad’unya (yang didakwahi).
Kembali lagi, saya malah teringat sosok da’i yang lain, terutama Ustadz Rahmat Abdullah. Beliau yang sekarang sudah tiada itu, tidak begitu populer di kalangan orang-orang umum. Tapi beliau merupakan salah satu penggiat dakwah tarbiyah. Dan orang-orang tarbiyah banyak mengenal sosok beliau.
Saya tahu beliau, karena ada iklan tentang film Sang Murabbi di majalah Tarbawi. Dan dalam iklan tersebut, seingat saya, ada sedikit ringkasan atau lebih tepatnya resensi film tersebut. Di sana dikatakan bahwa Ustadz Rahmat Abdullah telah menjadi ‘guru ngaji’ yang sangat akrab dengan murid-muridnya, seorang da’i yang banyak muridnya, dan segala macam kebaikan dilukiskan dalam resensi tersebut.
Saya jadi penasaran, siapa sesungguhnya Ustadz Rahmat Abdullah ini? Yang katanya adalah seorang anggota DPR yang tidak mau menaiki mobil mewah. Yang kata orang, beliau rela berjalan berkilo-kilo meter demi menemui murid-muridnya...
Dan benar saja, dulu, pertanyaan-pertanyaan saya hanya saya pendam dalam hati. Dan ketika kuliah, alhamdulillah saya mengikuti training kerohisan, dan di sana, kami diajak untuk menonton film Sang Murabbi, dari awal sampai akhir.
Menangis kami dibuatnya... karena sosok seorang Rahmat Abdullah memang keren. Beliau tidak beken, tidak seterkenal Aa Gym, tapi beliau sangat komitmen dengan jalan dakwah yang beliau tempuh.
Saya tidak mengkultuskan beliau, karena beliau adalah manusia biasa. Tapi, melihat sepak terjang beliau saja saya terharu. Apalagi perjuangan Rasulullah??? Sayang sekali saya belum tamat membaca biografi Rasulullah berupa Sirah Nabi.. maka kini, demi melihat fenomena akhir-akhir ini, dan demi kata-kata manusia-manusia yang saya kenal, bahwa semua manusia adalah da’i sebelum menjadi apa-apa, maka alangkah baiknya jika kita sebagai manusia mempelajari bagaimana Rasulullah menyampaikan risalahnya, Islam yang begitu indah, tanpa mengharapkan imbalan, meski hanya sebuah ketenaran.

23 Agustus 2011

menikah??

menikah bukan perkara gampang,
bukan hanya atas dasar seorang perempuan suka dan cocok dengan seorang laki-laki,
bukan juga hanya karena umur sudah tidak pantas lagi disebut lajang,
bukan juga hanya karena ingin menjaga hati...

karena menikah itu kompleks,
mengenai bagaimana melestarikan keturunan,
bagaimana mendidik anak-anak,
bagaimana menjaga pasangan,
bagaimana mengatur hati sebelum dan sesudahnya,

karena menikah itu ibadah,
maka persiapannya harus suci,
pelaksanaannya harus suci,
perawatannya pun harus suci...
dan jika memang harus berakhir, biarkan kesucian yang mengakhirinya.

ngapain ya saya nulis beginian??
kuliah dulu lah,,,perkara ada yang mau, ya itu soal lain,

13 Agustus 2011

in my twenty


Pertambahan umur ini,
Bukan main membuatku merasa amat sangat dipaksa untuk jadi dewasa
Pagi hari, diberi mandat oleh ayah untuk membayar pajak sepeda motor.
Yang ada saya seperti bunga di tengah-tengah rerumputan. Di SAMSAT Temanggung, sebagian sangat besar, berkumpul para lelaki untuk membayarkan pajak. Baik pajak kendaraan sendiri maupun titipan anak istri.
Sebelum kesana, motor saya menyenggol sebuah mobil. Knalpot retak. Dan bodohnya saya kabur tanpa meminta maaf pada sang empunya mobil.
Seusai membayarkan pajak, saya mampir ke tempat ibu kost SMA dulu...mendengarkan cerita-cerita beliau yang penuh motivasi...syukuri saja, karena hampir dua tahun saya keluar dari sana, ibu kost saya yang sudah embah-embah itu, masih tetapi sehat dengan kebiasaannya untuk menjaga kebersihan yang tidak pernah luntur.
Setelah itu, perjalanan ke rumah yang biasa... dan hari Jumat ini berjalan seperti biasa.
Lalu pada sore hari, ketika saya membantu ibu menyiapkan hidangan berbuka. Salah satu pemimpin saya di kampus menelepon saya dan mengharuskan saya mengirimkan e mail. Sore itu juga.
Saya harus menyelesaikan dua hal berbeda yang sama-sama penting dalam satu waktu.
Jenuh. Bingung. Entahlah...saya harus selesai membantu ibu sebelum mengirim e mail, tugas dari beliau...
Ah,,,
Dan ketika saya hendak mengirimkan email, keponakan saya usil mau nge game pakai laptop. Posisi kala itu pukul enam sore. E mail harus terkirim sebelum jam tujuh, dan koneksi modem naik turun. Putus sambung...
Hanya emosi yang bisa terpecahkan saat itu..hingga malam jam delapan, koneksi masih putus sambung....
What a bad day today, if we think on what happened.
But I keep try to think out of the box
Think that Allah will give the very best gift for me...
...PATIENCE...
..the OLDER age and thought..
..MORE POSITIVE THINKING...
..more SMILE...
..WISE...
..PROFESSIONAL...
..BRILLIANT...
Then I’ll grow up as well, I’ll grow up better..
In my twenty.

Perhatian


Saya tidak cemburu.
Padanya yang memberikan perhatian lebih pada seorang wanita.
Atau dia yang lain yang memberikan perhatian lebih pada seorang pria.
Saya hanya takut,
Kasih sayang Tuhan tidak lagi sepenuh dulu,
Sebelum dia melakukan perhatian itu
Bahwa mungkin Tuhan akan memilih dia yang lain,
Yang lebih pantas untuk dicintai.
Dan memberikan kasihNya sepenuh Dia mau..
Bukan pada mereka yang memberikan perhatian pada wanita atau pria saat belum waktunya
Saya pun takut,
Jika perhatian yang diberikan itu terlalu melampaui batas,
Sehingga berbuat segala hal buruk yang dirasa biasa.
Dan merampas hak-hak saudara untuk mendapatkan kasihNya.
Saya tidak mau disebut egois,
Hanya saja takut jika teman-teman saya yang baik,
Akan ikut menjadi tidak baik hanya karena sebuah perhatian..

8 Agustus 2011

bahasa isyarat

setelah kejadian tadi, keinginan saya untuk belajar bahasa isyarat kembali muncul...


entahlah apa gunanya, tapi saya harap ketika suatu hari saya bertemu lagi dengan anak itu, yang saya lupa namanya, atau bertemu siapapun dengan kondisi yang sama, saya tidak harus mengetikkan huruf-huruf untuk dibacanya...


tentang huruf-huruf...




tentang isyarat untuk berucap Assalamualaikum..


dan ini untuk wa'alaikumsalam...
kalau ingin minta MAAF..
dan ini untuk berTERIMAKASIH..


masih banyak lagi bahasa isyarat yang belum saya mengerti...
tapi saya ingin mengertinya...

anak itu...

Saya kuliah di Fakultas Peternakan UNDIP.

banyak sekali kejadian yang menuntun saya untuk selalu bersyukur...

siang ini juga,

ketika sedang asyik OL di perpustakaan, tiba-tiba anak itu datang. saya lupa namanya, tapi dia tinggal di kampung sebelah kampus. dia sering keluyuran di kampus. usianya kira-kira 10 tahun. dia laki-laki. sering juga tiba-tiba dia masuk ke kelas kami. dan dia hanya diam..

anak laki-laki itu bisu dan tuli..

sayang saya lupa namanya..

siang ini, dia tiba-tiba mendatangi saya di perpustakaan, dengan gayanya yang biasa, duduk di sebelah, melihat saya, dan diam. hanya menunjuk-nunjuk keyboard laptop saya...

ada stiker KAMM di laptop, dia membacanya, waktu saya lihat ke arahnya, dia menunjukkan bahasa isyarat. dengan mulut bersuara a a a a..dia menggerakkan tangannya, dan saya tahu dia menunjukkan K A M M dengan bahasa isyaratnya..

iseng-iseng saya menuliskan sesuatu di laptop..

BISA BACA?? dia mengangguk.

BISA NULIS?? dia mengangguk lagi...

tapi sayang, kehadirannya diketahui petugas perpustakaan, dan dia dibawa keluar..

ya Allah, anak itu tidak hanya tuli, tidak hanya bisu..tapi dia tuli dan bisu.. tubuhnya kurus, tapi senyumnya tulus, dan matanya bercahaya...

saya pernah mendengar bahwa dia juga mengenyam bangku sekolah, meskipun di Sekolah Luar Biasa..

semoga dia mampu menjadi Luar Biasa..

*teringat lagi, dulu pernah sangat ingin jadi guru SLB..

Ali dan Fatimah,,^^,

kemarin, saya sempat berpikir bahwa cerita cinta, cerita tentang Ali dan Fatimah..dan hubungannya dengan saya! ^^,

cerita singkatnya, Fatimah, sang putri Rasulullah itu, banyak yang menginginkannya untuk dimiliki jadi pendamping hidup. dan pelamarnya pun tidak main-main, para sahabat sang ayah yang keren-keren, ada Umar, Utsman, Abu Bakar juga...tapi apa yang dilakukan Fatimah? dia tidak memilih satupun darinya..

melihat track record para pelamarnya, apa mau Fatimah sehingga menolak orang-orang pilihan itu?? siapa sebenarnya yang Fatimah inginkan?? Laki-laki macam apa?? Umar yang tegas, tidak mau. Abu Bakar yang dermawan, juga tidak mau.. apalagi Utsman...tidak dimauinya juga.. lalu siapa??

ada seorang pemuda cerdas bernama Ali bin Abi Thalib. ia jauh lebih muda dari para sahabat nabi. pun ia tahu bahwa wibawanya pasti kalah dengan mereka. Hingga suatu saat, sebenarnya keinginannya begitu besar pada Fatimah. hanya saja ia tidak berani...dan memilih untuk menundanya. tapi sahabat-sahabat Ali selalu mendukungnya...

dengan segala keterbatasannya, Ali memberanikan diri untuk maju, bermaksud meminang Fatimah.
tentu ia menghadap sang Nabi, Rasulullah, ayahanda Fatimah...

lalu, beliau SAW menanyakan pada Fatimah.. dan dia pun mengiyakan...

terjadilah pernikahan yang begitu khidmat itu,,

hingga pada suatu hari, Fatimah berkata pada Ali...kurang lebih begini (ini versi saya..^^,)

"Kakanda Ali, maaf sebelumnya, karena dulu saya pernah mencintai seorang pemuda,,yang lemah lembut, cerdas, dan menurut saya begitu sempurna"

"Apaaa???!!!!! Jadi Dinda Fatimah tidak sungguh-sungguh mencintai saya?? jadi Dinda menjadikan saya cinta yang keberapa???!!!" jawab Ali (ngawur banget yak??)

Emosi Ali pun rada-rada memuncak,,,dan dengan lembutnya, Fatimah menjawab..

"Pemuda itu, namanya, Ali bin Abi Thalib,"

dagdigdug jantung Ali, begitu murninya cinta Fatimah pada Ali, dari dulu, pemuda yang dicintainya adalah Ali...dan rahasia itu tersimpan dengan sangat baik, hanya Fatimah dan Allah yang tahu...

hahaha,,, banyak sekali teman-teman saya yang mendambakan kisah cintanya seperti dua insan mulia ini.  apalagi saya pernah membacanya di bukunya Salim A.Fillah, di Jalan Cinta Para Pejuang...lebih sangar ceritanya daripada cerita saya...

intinya, saya juga ingin kisah cinta saya seperti mereka..tapi, setelah dipikir-pikir, mbak Fatimah dan mas Ali kan insan yang sangat amat mulia, betapa dekat mereka dengan Rasulullah, keduanya juga dijamin masuk surga.. dan setelah saya pikir-pikir lagi, kisah cinta yang menawan tidak harus semurni Fatimah dan Ali..kita hanya diperintahkan untuk menjaga hati kita untuk "Someone special" yang Allah kirimkan untuk kita..

pemimpi(n)

Jujur, saya sangat tidak suka dengan model2 pemimpin yang mudah takluk dengan wanita. Kadang prinsip mereka aneh. Bahwa di balik laki-laki hebat, ada perempuan yang menghebatkan. Memang hal itu tidak salah, tapi, fenomena yang saya lihat kini, kesannya menjadikan laki-laki sebagai sesuatu yang lemah dan hanya mengandalkan kehebatan wanitanya.
Apalagi dengan model lelaki yang mudah tertarik dengan wanita yang menarik, baik secara fisik, hati, maupun pemikiran.
Bukan apa-apa, tapi terkadang laki-laki model begitu terlalu sibuk memimpin dirinya untuk mengejar wanita idamannya.. dan mengebiri ‘rakyat’ yang dipimpin...
Hufth...entahlah, saya hanya sedang sedikit kesal saja dengan seorang pemimpin.
Karena saya dipimpin oleh banyak manusia, dengan banyak kriteria.

7 Agustus 2011

kering sudah

beberapa hari ini, Ramadhan sudah berjalan.. dan Alhamdulillah, saya masih bisa menikmatinya.
bahkan begitu banyak pelajaran yang dapat saya ambil.
awalnya, Ramadhan saya mulai dengan biasa saja.
ruhiyah ini terasa begitu kering.

sampai saya memutuskan untuk pergi ke Semarang.
niatnya hanya untuk pindahan dari kontrakan lama.
tapi karena memang kondisinya tidak memungkinkan untuk pulang,
saya teruskan saja sampai seminggu lebih.

dan memang, rencana saya kalah jauh dibanding rencanaNya.
saya tidak tahu harus berbuat apa di Semarang.
teman-teman SP, saya nganggur.
mau pindahan, nunggu teman yang SP.
mau syuro', hanya berdua dengan ikhwan, tidak jadi.
akhirnya saya melakukan apa yang memang harus dilakukan,
dan ruhiyah ini masih kering.

hingga suatu saat, saya tarawih.
lantunan ayat-ayatNya terasa begitu mengena.
pun dengan nasihat dari para guru, tentang kehidupan.
sudah tidak kering lagi ruhiyah ini..

dan kemarin, ada himbauan dari Sang Murobbi.
dalam Mukhoyyam Quran,
dua hari di Masjid polines.
bersama para punggawa dakwah kampus.
saya merasa kecil.
tapi saya yakin, mampu menyelesaikan tugas yang diberikan.
hafalan juz tigapuluh,
dan tilawah delapan juz dalam dua hari.
ruhiyah ini tidak lagi kering.

dan acara itu, ditutup dengan doa,
pengharapan di bulan suci.
hingga saya tahu, ada apa dengan diri saya selama ini.

saya tahu, ruhiyah ini kering karena siramannya tidak menentu.
bukankah tilawah itu melembutkan hati?
bukankah mendengarkan nasihat itu menyejukkan nurani?
bukankah hikmah hanya akan turun pada mereka yang mau berpikir?
dan rutinitas kehidupan yang menjemukan,
akan menjadikan ruhiyah kering,
jika tanpa diimbangi dengan ibadah padanya.

kini, saya yakin, ramadhan ini penuh berkah.
maka jangan biarkan ruhiyah itu kembali kering...

Ya Rabb, cinta lagi!


Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali padaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu..

Katakanlah wahai semua pecinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kerinduan itu hanya karenaNya. Dan semoga Allah yangM Maha Mecinta, yang menciptakan dunia dengan kasih sayang, mengajarkan kita tentang cinta sejati.

Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatnya.

Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tidak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku.
-Hafalan Shalat Delisa, Tere Liye 2005, halaman 196-

1 Agustus 2011

Ramadhan this year

this isn't about the translation of my note before..
but this is about love,
for my beloved cousin...
she is so beautiful.
written something bout her father,

I've mentioned his name before,
and tonight I read her post on FB..

so sad I think.
But I'll not cry.

She told everyone that this Ramadhan,
is the first time that she isn't with her father. Mr. Suroyo

Some of her words saying "I love my Daddy"

..setiap Ramadhan, biasanya...
bapak yg bangunin n menyiapkan makanan untuk sahur...
Menyiapkan minum untuk buka puasa... N menyalakan radio biar kita semua tau saat2 imsak n buka puasa...

Kini, semua hanya kenangan, yg tak kan pernah hilang dari ingatan...

Aku sayang bapak...
Terimakasih ya Allah, Engkau telah menitipkan ku pada bapak yg sangat menyayangi ku...

oh Dear, I love your Daddy too.. and I love you,, be strong girl!

Ramadhan tahun ini

Ramadhan tahun ini,
seakan tak percaya
bahwa saya sudah harus dewasa

ramadhan tahun ini,
saya bertemu dengan ayah,
dari seorang teman,
yang dulu sangat akrab,
kini mungkin juga masih,
jika dia juga masih..

tapi sayang,
ramadhan tahun ini,
tahun ketiga dia pergi,



ramadhan tahun ini juga,
embah putri sudah tidak ada,
pakde royo tidak ada,
embah kakung juga,
pakde sudi juga,
mbah totok juga,

siapa lagi?

ramadhan tahun ini,
saya masih di sini
berharap lebih dari ramadhan tahun lalu

ramadhan tahun ini,
saya harus bisa,
menjadi saya yang baru,

yang lolos dari ujian2 iman..
yang lolos dari ujian2 dunia,,

karena ramadhan tahun ini,
dimulai kini.

30 Juli 2011

laki-laki idaman...

Entahlah, tiba-tiba ingin menulis tentang laki-laki idaman. Setelah selama ini melihat beberapa fenomena mengenai sifat beberapa laki-laki. Dan sosok laki-laki, selalu saya lihat dari ayah. Karena beliaulah cinta pertama saya.. dari beliau, saya belajar untuk menilai laki-laki, sebelum memilih untuk dijadikan sekedar partner atau teman hidup.
Ayah, tidak pernah banyak omong, sangat jarang banyak komentar. Tapi beliau, setelah melihat sebuah kejadian, sedikit berkomentar, dan banyak berpikir.
Ayah selalu perhatian, meski tidak seperti sosok guru laki-laki, atau perawat laki-laki. Tapi beliau selalu mengerti apa saja yang kami butuhkan. Bukan hanya anak-anaknya, tapi juga istrinya, ibu kami.
Ayah bukan orang yang selalu membelikan ibu bertangkai-tangkai bunga, tidak pernah juga terlihat bermesraan dengan ibu, tapi dia mengutamakan ibu dalam segala hal.
Ayah, bukan laki-laki terkuat yang selalu ada ketika kami membutuhkan bantuan, tapi beliau selalu menguatkan kami, dalam banyak nasihatnya...
Ayah, tak pernah menyampaikan kata-kata cinta pada kami, tapi beliau melakukan sesuatu untuk membuktikan kecintaannya...

karena di luar sana, banyak laki-laki, yang hanya nampak lembut, tapi ternyata hanya pada orang tertentu
karena di luar sana, tidak sedikit laki-laki, yang pintar menyusun kata-kata cinta, tapi tak pernah melakukan apa-apa
karena di luar sana, berkeliaran laki-laki, yang hanya sok kuat, tapi sesungguhnya sangat melemahkan..
karena di luar sana, untungnya, belum ada laki-laki, yang dapat meluluhkan hati saya, melebihi ayah..

27 Juli 2011

sungai mBrangkongan

entahlah, tapi saya sedang ingin terlihat lebih segar, begitu juga dengan blog saya,,(sok ye bener..)
kali ini, saya ganti lagi background dengan semburan air sungai mBrangkongan yang memanjang dari lereng gurung Sindoro. banyak sekali kenangan dari sungai ini, termasuk ketika dulu, seusai persami, kami mencuci tenda yang kami gunakan untuk berkemah, di sini..airnya bening, bersih, meski beberapa sampah masih ada...

terletak di sebelah selatan desa Campuranom kecamatan Bansari kabupaten Temanggung, sungai mBrangkongan menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar. Tidak banyak yang tahu dan menjadikannya sebagai tujuan wisata, tapi anak-anak desa sekitar rutin melakukan ritual 'belajar berenang' di sini...hmm,,teringat masa kecil dulu, saya hanya bisa berendam di air, tanpa bisa mengikuti teman-teman berenang...selalu rindu masa-masa itu...

semua ini, membuat saya semakin berterimakasih pada Tuhan karena telah mengijinkan saya lahir di desa Campuranom, Bansari Temanggung... semoga kebeningan sungai mBrangkongan semakin menjadikan warga sekitar bening hati...

26 Juli 2011

sistem anda baik??

there so many phenomenon makes me worried bout this country's future...
saya juga khawatir terhadap masa depan manusia2 yg terpilih karena networking yg bagus...
nepotisme...karena kenal dosen,
korupsi,,,karena transparansi serasa tidak terlalu perlu..

Allah, jaman ini gila, dan saya ada di dalamnya...

25 Juli 2011

jalan2 di minggu pagi...

Temanggung memang tidak banyak memiliki objek wisata...tapi alamnya damai,,,sejuk,,,indah,,,
kemarin pagi, 24 Juli 2011, bersama keponakan dan kakak saya, menikmati gunung sumbing, sindoro, kebun tembakau, dan sungai mBrangkongan...what a beautiful day it was...



23 Juli 2011

yang ahli, yang terpuji..


Kemarin, saya mengantar ibu ke Solo. Lagi-lagi Solo, dalam satu bulan Juli ini, tiga kali saya ke Solo...hmmm...
Ibu akan menjalani sepuluh hari penuh dengan kegiatan dalam rangka sertifikasi guru. Ya, di sana saya melihat banyak guru yang kelihatan sudah sangat berpengalaman. Mereka menjalani serangkaian acara untuk lebih dihargai karena telah tersertifikasi. Melihat mereka, memandangi ibu saya, membuat saya sedikit haru. Betapa mereka mendedikasikan hidupnya sebagai sosok pengajar, pendidik, guru yang selalu diteladani murid-muridnya. Mereka, mimpi saya dulu dan kini. Hmm,,,tapi, saya merasa amat bersyukur kuliah di peternakan. Meski mungkin kemungkinan untuk jadi guru amat kecil, saya masih menyukai dunia pendidikan. Dan saya yakin, mereka yang telah terpilih menjadi guru, adalah mereka yang ahli, maka mereka layak untuk dipuji.
Setelah selesai ‘tugas’ saya mengantar ibu di tempat sertifikasi, saya pulang bersama ayah ke Temanggung. Kami memilih untuk lewat jalur Yogya. Keluar dari Solo, Sukoharjo, Klaten, perjalanan kami lancar-lancar saja, meski mobil ayah agak tersendat. Namun, tiba-tiba, sampai di Klaten, ayah berhenti di dekat terminal. Katanya, koplingnya tidak mau masuk. Entahlah, yang saya tahu, ada masalah dengan mobil ayah kala itu. meski masih mampu berjalan, hanya pelan dan gigi tidak bisa ditukar-tukar. Sepanjang jalan Klaten-Yogya pun, dengan perjalanan hati-hati, kami mencari bengkel. Setelah cukup lama, akhirnya kami menemukan bengkel yang cukup besar. Alhamdulillah, saya tidak perlu lagi melihat raut muka ayah yang tiba-tiba menjadi kelimpungan. Kasihan beliau, sudah menyetir mobil mulai pukul empat pagi dari Temanggung ke Solo, balik lagi dari Solo ke Temanggung. Alhamdulillah bisa istirahat sejenak sementara mobil dibenahi oleh montir. Namun, lagi-lagi yang saya ambil dari peristiwa ini, selain ayah bisa istirahat sejenak, adalah mobil ayah akan segera tertangani oleh sang ahli. Montir.
Saya yakin, montir di bengkel itu sangat ahli dalam hal bongkar pasang alat bermotor. Sekali lagi, yang ahli, sangat patut untuk dipuji.
Seusai perbaikan mobil, saya dan ayah kembali melanjutkan perjalanan ke Temanggung. Meski sempat nyasar di Yogya, karena jarang melewatinya jika ke Solo, kami sampai Magelang, istirahat untuk makan dan shalat dzuhur, dan melanjutkan perjalanan kembali.
Dan sang ahli kala itu, yang saya lihat adalah ayah. Beliau bukan sopir, beliau adalah ahlinya ayah. Maka ketika sudah hampir seharian menyetir mobil bolak-balik Temanggung-Solo, beliau mengeluhkan kantuk. Saya rasa wajar. Tapi, yang saya lihat kala itu adalah ayah yang tegap. Tetap ahli dalam menyetir mobil, bukan sebagai sopir, tapi sebagai ayah, yang merelakan lelahnya untuk mengantar saya pulang dengan selamat. Lebih dari itu, beliau juga ahlinya suami, yang dengan sepenuh kasih sayangnya mengantarkan ibu ke Solo, meski raganya sudah tak sekuat dulu. Ah, memang, dia yang ahli, patut untuk dipuji. Maka ayah, sang ahli dalam mengambil hati anaknya, sang ahli dalam menyayangi istrinya, sang ahli yang selalu terpuji, yang selalu di hati, yang sangat tak pantas jika saya berbuat keji.
Maka kini, saya berazzam untuk menjadi ahli, di bidang peternakan tentunya, sebagai bukti bahwa saya enggan melukai hati ayah dan ibu. Saya ingin menjadi ahli, tapi bukan untuk dipuji. Saya ingin menjadi ahli agar mampu mengabdi.

close your eyes, if it's needed

Dari mata, turun ke hati
Dari mata, naik ke tangan
Dari mata, ke kepala,
Dari mata ke semuanya..
Jaga mata,
Jaga mata,
Jaga mata,
Jaga mata,
Jaga mata,
Jangan lupa!
Inspirasi dari iklan susu formula di televisi, tentang apa yang dimakan akan mempengaruhi semuanya. Maka tentang hati, sangat diminta untuk dijaga. Dalam Surat Al Quran, dalam hadits, dan dalam nasehat-nasehat orang-orang tua, hati sangat berperan dalam kehidupan seseorang.
Dan pangkal dari kehidupan hati, salah satunya adalah mata. Maka Allah memerintahkan bagi perempuan dan laki-laki, untuk menundukkan pandangan, menjaga mata agar tidak menodai hati. Dan dalam hadits, Rasulullah bersabda bahwa ada segumpal daging yang apabila baik, maka  baiklah seluruhnya, dan itu adalah hati.
Hmm,,,mungkin bagi sebagian yang menganggap pandangan adalah sesuatu yang biasa, hal ini adalah sesuatu yang terlalu memaksa. Tapi bagi saya, (yang telah mengalami), menjaga pandangan sangat efektif untuk sedikit menjaga hati. Maka upaya yang kita lakukan, meski hanya menjaga pandangan, akan dapat menghindarkan kita dari sakit hati yang berkelanjutan,,,

a trip to Wonogiri

Bapak supir angkot kemarin, mengantarkan kami pulang pergi Semarang-Wonogiri dalam acara takziyah ke rumah saudara kami. Beliau, ketika saya tanya, apakah akan shalat ashar di masjid. Beliau malah menjawab, “jujur mbak, saya shalat setahun sekali, yang rajin shalat itu istri saya..”. dan saya malah memilih untuk diam, tidak enak untuk mengingatkan.
Saya sadari betapa iman ini masih begitu lemah, tidak berani bertindak, berucap, dan hanya berani dan mau mendoakan beliau agar Allah mengetuk hatinya atas teguran saya dalam perjalanan itu..
Pak Soni namanya. Berperawakan kecil, kulit putih, dengan kumis tipis dan senyum yang ikhlas. Beliau mengantarkan kami dengan nyamannya ke Wonogiri, perjalanan 5 jam menggunakan angkot kampus warna kuning yang begitu melelahkan..
Setelah 5 jam sampai Wonogiri, kami langsung menunaikan shalat Maghrib dan Isya sekaligus. Sementara Pak Soni pergi mencari makan. Selang satu jam setelah itu, kami langsung pamitan karena takut terlalu malam sampai di kos masing-masing. Saya tidak membayangkan bagaimana lelahnya beliau yang hanya istirahat untuk makan dan tidak sempat merebahkan tubuhnya.
Lalu kami melakukan perjalanan ke Semarang. Berhenti sebentar untuk makan malam di Sukoharjo, bakso Sokleng, yang menurut saya enak. Dan Pak Soni tidak turun karena sudah makan dulu, beliau kala itu ditemani salah seorang ikhwan, rekan kami juga di kampus. Kami satu angkot bersebelas, semuanya perempuan, dan hanya dengan dua laki-laki.
Bersyukur ketika ada sedikit waktu bagi Pak Soni untuk istirahat sementara kami makan. Dan setelah kurang lebih setengah jam kami makan, perjalanan kami lanjutkan kembali...
Sampai di Semarang pukul setengah dua belas malam, Pak Soni mengantarkan kami hingga dekat dengan kos. Dan kami bayar beliau sesuai perjanjian. Semoga rejeki Pak Soni lancar, dan beliau mau untuk sekedar shalat lima waktu, sebagai kewajibannya atas apa yang diyakininya.

14 Juli 2011

Sumbing

saya mengganti background blog saya dengan gunung Sumbing, bukan apa-apa,,saya sangat mencintai Temanggung...suami saya nanti, akan saya ajak untuk hidup di Temanggung saja, memajukannya.hmmm..tapi nanti, bukan sekarang, saya masih ingin kuliah.,menimba ilmu,

13 Juli 2011

terpesona dengan Solo...^^,

Bolehlah kalau saya menuliskan keterpesonaan saya dengan satu kota itu, Solo. Bukannya saya belum pernah kesana. Dulu, ketika masih SMA dan kakak saya huliah di Solo, saya pernah kesana hanya sekedar menengok kakak saya. Meski tidak banyak berputar-putar di Solo, setidaknya saya pernah kesana. Haha.
Dan kemarin, seharian saya ada di Solo, membuat saya ingin kesana lagi. Jarang-jarang saya merasakan rindu dengan sebuah kota karena kekaguman saya, tapi di Solo, entahlah, tapi banyak yang membuat saya terkesan disana. Tidak salah jika kakak saya masih sering berkunjung ke Solo.
Sampai di Solo, bersama teman-teman kuliah, pertama kali kami mengunjungi Lembah Hijau Multifarm, sebuah sistem pertanian dan peternakan terpadu yang ramah lingkungan. Lembah Hijau Multifarm atau yang disingkat LHM, sangat menarik bagi saya, yang adalah mahasiswa peternakan. Di sana, ada beberapa area untuk peternakan sapi potong, peternakan sapi perah, pengolahan biogas, pengolahan pupuk, lahan tanaman sayuran, lahan tanaman buah-buahan, food court, kolam ikan, akuarium, toko kecil untuk produk-produk pangan, dan semua itu dibangun di tengah pedesaan daerah Sukoharjo yang menurut saya cukup panas.
Kala itu yang ada di benak saya adalah, wilayah Solo yang puanas saja bisa punya LHM yang terkenal dan cukup menghasilkan, apalagi Temanggung, yang sangat sejuk dan pastinya sangat berpotensi untuk mendirikan integrated farming system macam LHM. Dan apabila ada tempat semacam LHM di Temanggung, saya yakin bukan hanya mudah dikembangkan, tapi juga akan menambah pendapatan daerah, dan juga akan menjadi salah satu rujukan pariwisata, hal yang sering dipertanyakan oleh teman-teman saya, Temanggung punya apa???
Hmm...salah satu mimpi saya adalah dapat mendirikan integrated farming system atau agrokomplek terpadu di kota tercinta saya..semoga terwujud!
Pesona Solo yang lain, tata kotanya yang rapi, bersih dan menyenangkan dipandang mata, meski panas. Selain itu, ketika saya selesai mengunjungi LHM, saya bersama rombongan diajak panitia ke PGS, Pusat Grosir Solo. Di PGS, kami yang perempuan, terpesona karena pakaian-pakaian yang ada dan uang kami yang tidak ada. Artinya kami hanya mampu terpesona dengannya. Hmm..
Satu yang berkesan di PGS, kala itu sudah masuk waktu Ashar, dan kami shalat di sana. Musholanya, ada di bagian teratas PGS, cukup luas, sejuk, dan hening, jauh dari keramaian PGS di bawah. Meski tempat wudhunya cukup jauh dari mushola, tetapi di sana benar-benar terjaga antara laki-laki dan perempuan. Dibatasi dengan tirai yang bersih, ibadah kami jadi khusyuk meski posisi kami di pasar.
Satu lagi, setelah kami ke PGS, kami ke SGM, Solo Grand Mall. Tidak banyak yang membuat saya terpesona di sana. Sama seperti mall-mall lain di Semarang. Namun, kami, saya bertiga dengan teman saya, membuat sebuah aksi cukup menggelikan..
Kami sampai di SGM waktu sebelum maghrib, kami bertiga makan sebentar di food court di Bee’s (produknya ehem...). Hanya satu orang dari kami yang makan, saya dan satu teman saya hanya menemani. Seusai makan, kami berburu mushola. Karena memang baru pertama kali ke SGM, kami tidak tahu dimana letak musholanya. Dengan modal bertanya pada cleaner service, ditunjukkanlah kami pada lantai 4, lantai paling atas di SGM. Kami naik ekskalator sampai lantai 4, dan bertanya lagi pada cleaner service yang lain, katanya, “Turun lagi mbak, lewat tangga, atau naik lift, nanti dekat sana ada tempat parkir, ya di dekat situ ada musholanya”. Berbekal ilmu dari sang cleaner service, kami turun lagi ke lantai tiga untuk mencari tangga yang dimaksud beliau. Nah, ketemulah tangga menuju sebuah tempat dengan pinggiran kaca warna hijau. Kami sudah naik kesana. Waktu kami intip, di sana tempat billiard. Ahaha...tersasarlah kami bertiga, perempuan berjilbab yang hampir masuk ke tempat billiard. Dan kami pun berbalik menuruni tangga dengan pedenya. Dari dalam tempat billiard, keluarlah teman satu bis kami “Hei, mau main billiard, sini-sini!!”. Kami jawab saja “nyasar, mau sholat, yuk!”. Hufth!
Kami pun menemukan tangga yang dimaksud pak cleaner service, naiklah kami, dan bertemu dengan teman satu bis lain yang sedang menuju mushola. Hmm...damainya hati ini. Meski mushollanya tidak seluas ketika kami di PGS, cukup representatif untuk shalat, dan lebih nyaman daripada di mall di kota Semarang.

1 Juli 2011

saya muslim, dan saya bangga

padahal saya berada di sekitar orang-orang yang beragama, dan masa lalu mereka ada di lingkungan agamis.. tapi apakah mungkin karena saya tidak dan kurang peka terhadap lingkungan luar, saya jadi lalai.
dua hari ini, ketika membuka kembali jejaring sosial teman masa lalu, sedikit kaget karena 'dakwah' yang mereka gaungkan...
bukan untuk mengajak pada situasi tertentu, tapi, dengan menunjukkan keyakinan mereka, dan mereka sangat bangga, sangat mencintai apapun yang ada di sana..,.
sementara kadang, orang-orang muslim di sekitar saya, entah memang karena telah terbiasa bersama-sama orang-orang muslim, jadi lupa kalau sebagai muslim harus menunjukkan kebanggaannya terhadap Islam..
tanpa sadar, sebagai muslim, sering terlihat pacaran, tidak islami dalam berpakaian, bergaul, bermuamalah,,dan berlain-lain...
saya juga kerap kali lalai akan beberapa hal, padahal dalam kitab kami, Al Quran, telah dijelaskan segala macam hal terkait aturan hidup. mulai dari yang besar hingga kecil. pun ilmu pengetahuan, saya yakin dan telah membuktikan bahwa al Quran mencantumkan semuanya, hanya mungkin, manusia belum mampu menangkap maknanya..termasuk saya..
dalam Al Quran, diatur bagaimana bergaul dengan lawan jenis, dengan hewan, dengan tumbuhan, dan dengan alam yang lain, bagaimana menikah, bagaimana berumah tangga, bagaimana mendidik anak, bagaimana membesarkannya, bagaimana hidup bertetangga, belajar, bekerja, mencari nafkah yang halal, berdagang, dan berbagai aturan kehidupan..
pun penjelasan serta keajaiban tentang alam semesta, penciptaan langit dan bumi, penciptaan manusia, keajaiban tumbuhan, sampai disebutkan dalam nama-nama surat di sana seperti semut, laba-laba, kuda perang, sapi betina, lebah,,, pun dengan bintang-bintang, matahari, bulan,,  semuanya ada di dalam alQuran, dan itu nyata kini, menjadi pegangan bagi setiap muslim di dunia...
tapi memang, manusia adalah tempat salah dan lupa...Al Quran yang begitu sempurna itu, sering terlupa..
biarkanlah Allah mengingatkan kita dengan cara-caraNya,, dan kita hanya bisa berjanji bahwa kita akan terus mengingatNya, menjalankan perintahNya, menjauhi laranganNya, dan berkata :
Saya Muslim, dan saya bangga...

cikgu??

Sore ini, kembali terdengar cerita ibu dan kakak tentang dunia keguruannya.. tentang sertifikasi yang banyak direka-reka, tentang korupsi waktu yang banyak dilakukan, tentang sistem pengajaran yang tidak profesional. Dan mereka menceritakan dalam dua hal berbeda, karena ibu guru SD dan kakak guru SMP. Ayah pun, yang mantan pegawai bukan guru, selalu memperhatikan dunia pendidikan...dan beliau lah komentator atas percakapan ibu dan kakak.
Seperti sore ini, mereka membicarakan tentang sertifikat untuk sertifikasi. Beberapa guru melakukan semacam ‘penipuan’ agar bisa mendapatkan sertifikat dengan mengeluarkan uang berlebih untuk mendapatkan uang yang lebih banyak setelah sertifikasi.. dan ayah pun berkomentar, ‘apakah mereka juga terpikir untuk bersedekah dengan uang itu, kalau begitu?’.
Lalu pada suatu hari yang lain, kakak bercerita tentang bagaimana seorang guru harus menjaga waktunya. Karena di sekolahnya, mayoritas guru sangat suka memotong waktu belajar. Datang agak siang dan pulang lebih awal. Padahal ada beberapa muridnya yang harus berjalan sekitar 5 km dari rumahnya.. dan para murid yang adalah orang desa itu, tiada pernah menggerutu ketika sang guru berperilaku seperti itu. Dan dampaknya, kelulusan sekolah tersebut terbilang cukup rendah. Saya menganalisa, kalau memang guru-gurunya bersungguh-sungguh mengajar dengan baik, murid-murid desa itu akan berkembang dengan baik.
Teringat cerita Laskar Pelangi-salah satu cerita yang memotivasi saya untuk menjadi pendidik-bahwa bu Muslimah mampu menumbuhkan semangat belajar pada anak-anak didiknya, padahal kondisi di sana sangat terbatas. Bukan hanya masalah fasilitas, tapi juga murid, jumlah guru, tempat terpencil, dan masalah sosial ekonomi... tapi kini, ketika para guru menggerutu karena bayaran yang dianggap tidak sesuai dengan usaha, dan berujung pada ketidaktuntasan dalam mengajar, mengandalkan keajaiban pada muridnya saat ujian akhir, membanggakan telah berjasa ketika semua berhasil.
Memang, masih banyak guru-guru yang berdedikasi tinggi-termasuk guru-guru saya SD,SMP dan SMA, kakak, dan juga ibu saya- tapi jika kembali saya dengar cerita dari ibu dan kakak mengenai rekan sesama guru mereka yang masih bersikap tidak terdidik, apakah salah jika saya mengira bahwa kebobrokan negeri ini adalah juga karena peran guru yang tidak dijalankan sebagaimana mestinya oleh beberapa guru??
Pernah juga saya mendengar cerita seorang guru yang berbuat mesum dengan seorang murid SMP di kuburan dan berujung kepada kematian sang guru saat sedang berbuat. Apakah ini potret guru Indonesia?? Tidak, dan jangan sampai ada guru seperti itu lagi. Cukup satu saja.
Dulu, dan sampai sekarang, keinginan saya sangat kuat untuk menjadi guru. Dan jurusan peternakan adalah pilihan terakhir di hari terakhir. Namun, kenyataan kini saya kuliah di peternakan, malah membuat saya makin bersyukur karena tidak dimasukkan ke dalam barisan para calon pendidik. Karena saya yakin, mereka yang telah terpilih untuk meneruskan profesi sebagai seorang guru, adalah mereka yang dapat menggantikan model-model guru jaman sekarang, yang mampu melahirkan generasi terbaik untuk negeri ini, dan mungkin, Allah tidak mengijinkan saya berperan di sana. Karena mungkin, bisa jadi apabila saya masuk ke sana, saya tidak akan mampu merubah bangsa ini menjadi lebih baik..
Semoga para calon guru sadar bahwa kebiasaan mereka kini akan membentuk diri mereka nanti. Maka apabila calon guru masih suka mencontek saat ujian, menitip tanda tangan absen saat kuliah, sibuk pacaran, tugas hanya mengopi teman, skripsi dikerjakan orang lain, tidak suka bekerjasama, dan masih suka melakukan hal-hal tidak bermanfaat lainnya, jangan heran generasi penerus yang akan menjadi murid mereka adalah generasi penerus kerusakan negeri ini...
Betapa saya termasuk menjadi orang nomor satu yang akan membinasakan guru-guru tidak bertanggungjawab itu nanti.
Saya berterimakasih pada Allah yang telah menakdirkan saya untuk hidup bersama makhlukNya yang lain, demi menumbuhkan generasi cemerlang dengan cara yang lain,,
Terpujilah wahai engkau, ibu bapak guru,
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku,
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku,
Sebagai prasasti terimakasihku tuk pengabdianmu,
Engkau bagai pelita dalam kegelapan,
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan,
Engkau patriot pahlawan bangsa,
Tanpa tanda jasa...

Maka apabila seorang guru masih merengek meminta tanda jasa hanya berupa sertifikat, jangan harap namanya akan hidup dalam sanubari murid-muridnya,