Tampilkan postingan dengan label ruh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ruh. Tampilkan semua postingan

28 Desember 2011

let's get closer

Tidakkah kau ingin mengerti
Mengapa mereka tidak ingin bersentuhan dengan lawan jenis?
mengapa mereka mati-matian membela kebenaran?
Mengapa mereka pontang-panting menjaga hati dan pergaulan?
mengapa mereka senantiasa menahan pandangan?
Mengapa mereka memilih untuk selalu mengisi waktu dengan berbagai kebermanfaatan?
Mengapa mereka selalu menolong saudaranya yang sedang susah?
Mengapa mereka selalu tersenyum meski terluka?
Mengapa mereka ribut dalam penjagaan terhadap saudara mereka?

Tidakkah kau ingin lebih dekat dengan Tuhan daripada mereka?
Tidakkah kau merasa ingin lebih dicintai Tuhan daripada mereka?
Tidakkah kau ingin setiap maumu dipenuhi dengan baik olehNya?
Tidakkah kau ingin ketika segala kesulitanmu terselesaikan dengan segera?

Maka mendekatlah pada Tuhan seperti mereka mendekat padaNya.
Maka bersenanglah seperti mereka selalu bermesraan denganNya.

Dan ketika kau mendekat pada Tuhan dengan merangkak, Dia berjalan ke arahmu.
Ketika kau mendekat ke arah Tuhan dengan berjalan, Dia berlari menyongsong kedatanganmu.
Ketika kau berlari kepadaNya, Dia beringsut mendekat padamu.
Ketika kau ambil roket tercepat hanya untuk mendekat padaNya, Dia datang padamu melebihi kecepatan cahaya..

Dakwah Islam selalu menang..

Mungkin belum tempatnya di sini..
Mungkin belum saatnya sekarang..
Tapi lihatlah,
Bahkan Dia yang Maha Kuasa telah menjamin..
“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.”

Bukan pada kedudukan tertinggi,
Bukan pada jabatan terkenal,
Bukan pada massa yang banyak..

Tapi pada ridhoNya,
Pada kejayaan kuasaNya..

Mungkin memang belum saatnya kita yang mengusung kemenangan itu.
Tapi yakinlah, kita akan terus bekerja bersama, setidaknya mendukung jalannya dakwah.. bukan menghambat, menghalangi, atau bahkan melarangnya berlangsung..

17 Desember 2011

it's all about HEART

Begitulah manusia,
Memiliki grafik naik turun yang tak pernah bisa digambarkan.
Terutama masalah hati.
Kadang semangat karena yang dicintai, hingga menunjukkan grafik naik.
Atau menjadi turun karena dia yang kita cintai.
Dan karena hati adalah emosi,
Karena hati adalah energi...

Hati lah yang mengatur segalanya..
Namun kita lah yang memiliki hati..
Maka, jagalah hati untuk selalu terjaga..

kasmaran

ketika kita suka berlangganan status facebooknya lewat sms
ketika kita suka ngelike statusnya di facebook..

ketika kita rajin me-retwit twitternya..

ketika kita rajin baca tulisan di blognya..

ketika kita bahagia chatting dengannya..

ketika kita berbunga jika ada sms darinya..
atau hanya sekedar mendengar renyah tawanya di seberang telepon..

ketika kita tiba-tiba berdebar mengingatnya

ketika kita merasa sedang terpikirkan..

ketika kita tercekat karena senyumnya..

ketika kita ikut bahagia karena dia gembira..

ketika kita rela menolong kesulitannya..

ketika kita merasa selalu dalam perhatiannya..

tidakkah kita sadar kita sedang kasmaran?

hati-hati,
bukankah salah satu zina adalah hati yang berharap?
maka apa yg sebenarnya ada dalam niatan kita untuk selalu begitu?
karena cinta dan nafsu kadang menipu


“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhasrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari).

16 Desember 2011

bersaudaralah dalam iman

Ada beberapa persaudaraan yang terbangun..
Ada yang begitu saja kandas,
Seperti menara pasir tertiup anging..
Atau yang tetap kokoh sepanjang masa,
Bagai batu karang di tengah lautan..

Dan persaudaraan yang baik itu,
Bukan karena jabatan,
Bukan karena harta,
Apalagi karena wanita,

Persaudaraan karena iman,
Itulah yang akan selalu kuat,
Meski waktu terus berputar,
Meski usia menggerogoti..
Meski harta habis tak bersisa..
Meski tempat di mana saja..

Maka bersaudaralah, karena imanmu padaNya.

7 Desember 2011

I love i

entahlah...

karena memang saya sedang jatuh cinta, maka saya ungkapkan saja..

kalau cinta ini pada seorang pria, saya tidak mau mengungkapkannya..

Islam, is all about peace,
terrorism it doesn't teach,,
it's all about love,
and family
and charity,,
and praying to one God...
this is Islam..

i Love Islam

wanna falling in love (again)

dulu, saya bandel..
dan hanya menganggap Islam sebagai agama yang kolot, jorok, ndeso..dan ah, pokoknya yang jelek2..
sampai2 saya ingin masuk di agama lain, yang isinya menyanyi, bersuka ria, dan bersama yang bersih-bersih, kaya-kaya,,semuanya yang baik..
tapi ternyata, ketika saya semakin jauh mengenal Islam, ketika rasanya saya begitu dekat dengan Allah, saya makin jatuh cinta..
hingga sekarang, saya tahu bahwa agama terbaik adalah Islam..
semuanya diatur..
bukan dikekang,, tapi karena memang semua urusan di dunia ini perlu diatur...

kawan saya yang sedang membaca tulisan kecil ini, mari kenali Islam lebih dalam, kenali Allah lewat agama ini...

saya sempat kehilangan rasa cinta yang begitu dalam terhadapnya, dan sekarang sedang berusaha membangunkan lagi, sekarang saya ingin jatuh cinta lagi padanya, pada Islam yang indah..karena Allah begitu indah, dan saya menemukan keindahannya yang mempesona dari sini, dari Islam..

3 Desember 2011

senang sekali

senang sekali,
ketika pikiran kita hanya terfokus untuk kecintaan kita padaNya..
ketika usaha kita adalah bukti kemauan kita memenuhi keinginanNya..
ketika kerja keras kita berbuah sesuatu bernama cinta dari Nya..

senang sekali,
saat masa studi kita dipenuhi dengan belajar mengenai apapun.
tanpa harus merasa berdosa karena kita kotori
dengan perilaku menyimpang kita

senang sekali,
ketika kita menggunakan internet,
untuk mencari segala ilmuNya

senang sekali,
ketika kita menghabiskan waktu,
demi segala sesuatu tentangNya...

hingga nanti nafas terakhir berhembus,
nyawa melayang dari ubun-ubun..
kaki tertaut saking takutnya..

hingga nanti kain kafan membungkus..
di kolong tanah kita tinggal..
hanya Dia yang selalu kita ingat..

*sambil memohon agar Dia selalu menjagaku, kamu, mereka, kita semua...

17 Oktober 2011

Zina

Hari Kamis kemarin, saya mengikuti kajian dari Keluarga Muslim An Nahl Fapet UNDIP. Entah kenapa, temanya tentang munakahat alias pernikahan, dan sub temanya tentang bagaimana memilih jodoh yang ideal.
Awalnya, pembicara pertama dengan gamblangnya mendeskripsikan model2 jodoh ideal menurut al Quran dan Hadits, yang bagi saya, cukup saklek dan agak memusingkan..
Maka saya lebih tertarik (moho maaf, Pak) untuk mendengarkan pembicara kedua, tentang bagaimana kesiapan menuju pernikahan. Bagaimana tentang kesiapan fisik, pikiran dan ruhani. Meskipun saya ingin kabur karena mendengarkan masalah yang rawan ini, saya tetap stay di sana menemani adik2 dan mendengarkan dengan seksama.
Karena ternyata ada banyak info yang meski saya sudah tahu, saya tetap mau mendengarkan..
Islam tidak melarang pacaran, begitu kata pak ustadz. Tapi Islam melarang kita mendekati zina. Dan apa itu pacaran?? Pacaran adalah mendekati zina. Bagaimana tidak, saya yakin tahapan pacaran mulai dari saling suka, kemudian saling bergandeng tangan, dan lain-lain, akan menjadi hal yang biasa, bahkan dapat berujung pada zina yang sesungguhnya. Tapi jika ada yang mengelak dengan mengatakan bahwa gaya pacarannya cuma sebatas telepon dan sms,, itu juga dinamakan zina, meski hanya zina hati..
Selain itu, zina itu.. behh... maha dahsyat dampaknya. Setahu saya, kalau tidak salah tertera dalam sebuah hadits, jika seseorang melakukan zina, dosanya tersebar sampai tetangga di 40 rumah ke kanan, kiri, depan, belakang.. bayangkan! Kalau saja jarak antar rumah begitu jauh seperti di daerah2 pedesaan, berapa luas area dosa si pezina itu. orang tidak berdosa pun dapat dosanya.. makanya kenapa zina harus dimusnahkan.
Lagi, ketika si pezina itu harus menikah demi menutupi aib, ia tidak boleh menikah dalam keadaan hamil. Haram hukumnya. Maka anak dalam kandungan hasil perzinaan itu harus muncul di dunia dulu, baru si pelaku boleh menikah.
Tapi, anak hasil zina, selamanya tidak bisa jadi mahram untuk ayahnya. Sang ayah hanya menjadi ayah biologis bagi si anak, meski sudah melalui proses pernikahan yang resmi. Itu berarti sang ayah bisa menjadi suami bagi anaknya, dan pasti akan menghancurkan silsilah keluarga.
Dan lagi, seseorang yang belum menikah tapi berbuat zina, harus dihukum rajam di hadapan khalayak. Padahal demi menjalani hukuman itu, si pezina harus mendatangkan saksi minimal 4 orang. Bayangkan bagaimana itu dapat dilakukan, kalau bukan oleh orang yang super bejat. Memangnya ada yang mau menonton/menjadi saksi orang yang berbuat zina???
Berbeda dengan lajang, orang yang sudah menikah mendapat hukuman RAJAM SAMPAI MATI.. ngeri,,
Semoga saya dan Anda semua terbebas dari godaan zina, meski yang terkecil berupa zina hati.

nasehat

Seperti sepasang suami istri, selalu butuh cinta untuk lebih membuat hubungan selalu harmonis.. begitu juga dengan pertemanan, begitu juga dengan hubungan guru-murid, murobbi-mutarobbi, pementor-mentee, da’i-mad’u.. dan begitu juga dengan peternak-ternak..
Bukan apa-apa, segala yang berasal dari hati, pasti akan jatuh bermuara di hati..
Maka nasehat-nasehat yang berasal dari hati, pasti tidak akan hanya didengarkan, tapi masuk ke hati..
Tinggal bagaimana cara menyampaikan nasehat-nasehat itu.
Pernah suatu saat mendengar nasehat tentang ‘nasehat’. Bahwa nasehat yang paling baik, adalah yang diberikan kepada mereka yang memang sedang membutuhkan... tidak ada kata paksaan.. yang ada adalah ketulusan, dari hati..

16 September 2011

sebuah peringatan

Jadi ingat ketika dulu masih nakal. Bandel tidak melaksanakan shalat tepat waktu, bahkan dengan ringan hati melaksanakan shalat zuhur dan ashar dijamak karena sepulang dari SMP, sampai rumah sudah jam setengah tiga. Padahal jarak rumah ke sekolah hanya 5km’an. Dan pulang sekolah pun tidak langsung pulang tapi malah sibuk nongkrong bersama teman2 makan bakso di pinggir jalan.

Kini, ketika telah tahu bahwa shalat lima waktu itu sangat harus dilakukan, alias wajib, mengulur waktupun terasa amat sangat bersalah. Malah seperti tidak melakukan shalat dengan benar, meski sekhusyuk apapun telah melakukan..

Ah, mengetahui ilmu memang membuat kita lebih nyaman..

Dan sekarang, saat telah memahami bahwa shalat lima waktu adalah pekerjaan wajib. Malah ada adik kelas yang tiba-tiba menanyakan, “Mbak, emang shalat itu harus pakai gerakan ya??”

Jujur, saya tersentak dibuatnya. Tidak pernah menyangka ada MAHASISWA MUSLIM yang bertanya seperti itu. waktu itu saya sedang diberi tugas mewawancarai calon peserta mentoring. Eh, malah dia tanya begitu.

Dan karena kehabisan kata-kata, akhirnya waktu itu saya malah menjawab, “Temukan jawabannya di mentoring yak!”.

Hufth..andai saja pikiran saya sekarang terpikirkan ketika ditanyainya tadi, mungkin saja dia akan sedikit puas.

Begini pikiran saya kali ini. Dalam alquran saja diatur hal-hal kecil seperti bertamu, harus mengetuk pintu atau meminta ijin masuk rumah sebanyak tiga kali dulu, jika ada orangnya, baru boleh masuk, jika tidak , harus meninggalkan.. ada lagi perkara kecil seperti masuk ke kamar orang tua harus ada waktunya, atau menikah, atau meninggalkan jual beli saat shalat tiba... APALAGI perkara super penting bernama shalat??? Pastilah ada tuntunannya.. masak iya shalat gak mau pakai gerakan,, gmana kalau shalat di sekeliling dunia?? Beda sendiri donk?? APALAGI tiap gerakan shalat mempunyai rahasia tertentu untuk kesehatan. Dan sepertinya adik yang satu itu tidak akan cukup jika saya tunjukkan buku-buku.. dia harus tahu karena dia melakukan dan merasakan.

Seperti kata seorang teman, “Penerimaan hikmah dari sebuah kejadian itu berbeda antara manusia yang satu dengan yang lain, maka, lakukan dan rasakanlah hikmah itu sendiri”

13 September 2011

berprestasilah,

begitu banyak manusia berprestasi di sekitar saya,
dan prestasinya begitu membanggakan,
sumpah, saya hanya akan menjadi sampah jika saya tidak bisa mencapai prestasi2 seperti mereka...

sederhana saja, dari beberapa mahasiswa fakultas Peternakan UNDIP, dimana saya kuliah kini, terutama yang berasal dari Temanggung, saya termasuk yang BELUM memiliki prestasi.

ada Mbak Muji, IPK nya tinggi, rajinnya naudzubillah..pernah jadi kandidat Mahasiswa Berprestasi di tingkat Fakultas

mbak Alam,, pernah jadi delegasi Seminar Ternak Potong di Bogor,,

mas Wahidun, mengemban amanah jadi ketua Umun KM AnNahl (Rohis nya Fapet) selama satu periode

mas Asep, kakak kelas saya waktu di SMA, baru-baru ini mendapat beasiswa Fast Track untuk kuliah Double Degree di Jerman atau Cina..

mas Dian, kakak kelas dua tingkat di SMA dan di sini, pernah menjabat jadi koordinator asisten..

dan ini, ada lagi berita yang ternyata baru saya tahu, ada Mas Anam, mahasiswa angkatan 2005, (mudah2an tidak salah) yang sekarang sedang belajar S2, dulu pernah menjadi delegasi pertukaran pelajar ke Malaysia...

dan mungkin masih banyak lagi putra-putri Temanggung yang bersinar di sini..

saya??? hadeh,,,kadang bertanya2, butuh berapa kali Motivation Training untuk mampu selangkah lebih maju?? 

ada lagi, kebetulan, eh, alhamdulillah saya kenal,

mas Eko Triyanto, yang sekarang ini sedang jadi mahasiswa di Korea, ikut program Student Exchange juga..

dek Arifah,, (parrah, sama adek kelas juga kalah), kemarin ke Makassar untuk jadi delegasi UNDIP ke lomba MTQ tingkat Nasional..

dan masih banyak lagi manusia2 brilian di sekitar saya yang belum mampu saya tunjukkan di sini..
wahai, ini kata-kata kakak tingkat saya yang lain,, mbak Ana Shofiani, seorang Aktifis Berprestasi juga di Fapet UNDIP "Berprestasilah, soal kebanggaan, itu hal lain"

sungguh, kemauan, kemampuan, dan prestasi itu, tidak datang dari berapa banyak program pelatihan yang kita ikuti, semuanya ada di dalam diri masing-masing..

maka, berprestasilah

6 September 2011

mau menantang Tuhan

Sudah tau dosa,knapa msh melakukan?
Sudah tau byk dosa dan mengaku,knapa menunda taubat?
Sudah pernah tahu kalau yg dlakukan adlh dosa,knapa tdk berhenti?

Sudah tahu kalau menuruti perintahNya adalah wajib,knp tdk melakukan?

Sudah pernah baik,kenapa skg tdk?

Mau menantang Tuhan?

Mau menantang Dia yg Maha?

Yakin kalau detik berikut msh dberi ksempatan taubat?

Mau apa lagi?

27 Agustus 2011

Evaluasi diri

(ditulis saat itu)
Malam ini, waktu menunjukkan pukul 00.21. dan saya masih terjaga. Malam ini juga, tepat dengan malam Ramadhan ke 21 pada tahun 1432 H. Saya sedang disuruh istirahat olehNya dari ibadah-ibadah rutin. Yang saya lakukan malah membuka laptop, melihat tulisan-tulisan, foto-foto, dan segala macam tentang masa lalu ketika saya SMA.
Tidak terasa sudah hampir dua tahun saya meninggalkan masa-masa penuh kenangan itu. dan foto-foto yang saya lihat, paling baru tertanggal tahun 2008.
Kini, saya ada di bangku kuliah. Pagi tadi, karena sebuah tugas, saya mampir sebentar ke SMA. Pak satpam tiga generasi masih ada di sana. Yang satu benar-benar satpam, namanya pak Eko, saya lupa kapan kami terakhir bertemu. Dan dua satpam lain, pak Heri, atau siapalah namanya, entah sekarang bekerja di mana karena sudah tidak lagi mengenakan seragam security. Dan Pak Kamto, seorang yang pengabdiannya terhadap SMA 1 masih sangat terlihat. Beliau masih setia dengan sepeda onthelnya, masih dengan rambutnya yang memutih. Dan ketiganya, masih saya anggap satpam. Ketika saya datang, mereka tersenyum sangat ramah, ya, sangat ramah. Seperti menganggap saya saudara, senang rasanya...
Ah, jika diingat, saya masih ‘nakal’ waktu itu. Sering telat, pamit sambil kabur, dan sebagainya yang membuat saya malu sendiri mengingatnya. Dan, kini saya berdiri sebagai seorang ‘MAHASISWA’, ya..bukan main, saya sudah mahasiswa..
Jika saya evaluasi, betapa banyak kesalahan yang saya lakukan ketika SMA. Dan saya ingin kali ini tidak saya ulangi. Saya sadar, dulu tidak pernah mengevaluasi diri serutin sekarang. Bahkan mungkin, baru akhir-akhir ini, saya mengevaluasi diri saya bertahun-tahun lalu.
Biarlah, karena kadang kedewasaan itu muncul dalam keadaan yang tidak kita sadari. Tiba-tiba, dengan kedewasaan, semuanya jadi semakin jelas. Jelas bagaimana dulu kita berbuat . jelas bagaimana dulu kita berniat.. dan kini, saya yakin dan berusaha untuk terus melakukan evaluasi. Karena sesungguhnya, evaluasi yang baik itu tidak dilakukan seperti yang saya lakukan. Bukan lima tahun sekali, bukan satu tahun sekali, bukan juga satu bulan sekali,, tapi setiap hari.
Wahai, jika kita mengevaluasi diri kita secara rutin, maka kesalahan-kesalahan akan dengan mudah diperbaiki, minimal, kita jadi tahu bagaimana agar tidak melakukannya lagi atau bagaimana meminimalisir kesalahan.. dan kita akan tumbuh menjadi lebih baik.
Seperti kata seorang sahabat nabi, Umar bin Khattab, hisablah dirimu sebelum dihisab.. evaluasi terbesar yang pernah kita lakukan terhadap diri sendiri, tidak ada apa-apanya dengan evaluasi akhir hidup oleh Allah. Maka memang benar, hisablah, evaluasilah diri kita sebelum dihisab, sebelum evaluasi besar-besaran itu dilakukan.

tenar itu tidak baik

Terlalu tenar itu memang tidak baik. Bahkan tenar saja, itu juga tidak baik. Belajar dari kata-kata Aa Gym di acara Just Alvin, entah benar atau tidak, tapi beliau banyak mengatakan bahwa Aa Gym yang dulu bukan diri beliau sebenarnya. Bahwa dulu banyak melakukan penebalan topeng, agar terlihat ‘baik’.
Dan kini, ketika beliau sudah tidak setenar dulu, beliau merasa benar-benar menjadi diri beliau yang sesungguhnya. Bahasa kasarnya, beliau lebih mampu membumi.
Bukan saya ingin mengorek-orek diri Aa Gym. Saya malah teringat beberapa da’i yang tidak populer, bahwa mereka lebih membumi, mereka lebih mampu menjaga diri, dibandingkan Aa Gym.
Bagaimanapun, media telah terlalu pintar memanipulasi diri Aa Gym menjadi sosok idola. Padahal seharusnya, kata beliau, seorang ulama atau da’i tidak boleh merasa menjadi seseorang yang lebih dari orang lain. Dan begitulah hakikat idola, seseorang yang lebih dari orang lain.
Seorang da’i malah harus lebih merunduk dari mad’unya (yang didakwahi).
Kembali lagi, saya malah teringat sosok da’i yang lain, terutama Ustadz Rahmat Abdullah. Beliau yang sekarang sudah tiada itu, tidak begitu populer di kalangan orang-orang umum. Tapi beliau merupakan salah satu penggiat dakwah tarbiyah. Dan orang-orang tarbiyah banyak mengenal sosok beliau.
Saya tahu beliau, karena ada iklan tentang film Sang Murabbi di majalah Tarbawi. Dan dalam iklan tersebut, seingat saya, ada sedikit ringkasan atau lebih tepatnya resensi film tersebut. Di sana dikatakan bahwa Ustadz Rahmat Abdullah telah menjadi ‘guru ngaji’ yang sangat akrab dengan murid-muridnya, seorang da’i yang banyak muridnya, dan segala macam kebaikan dilukiskan dalam resensi tersebut.
Saya jadi penasaran, siapa sesungguhnya Ustadz Rahmat Abdullah ini? Yang katanya adalah seorang anggota DPR yang tidak mau menaiki mobil mewah. Yang kata orang, beliau rela berjalan berkilo-kilo meter demi menemui murid-muridnya...
Dan benar saja, dulu, pertanyaan-pertanyaan saya hanya saya pendam dalam hati. Dan ketika kuliah, alhamdulillah saya mengikuti training kerohisan, dan di sana, kami diajak untuk menonton film Sang Murabbi, dari awal sampai akhir.
Menangis kami dibuatnya... karena sosok seorang Rahmat Abdullah memang keren. Beliau tidak beken, tidak seterkenal Aa Gym, tapi beliau sangat komitmen dengan jalan dakwah yang beliau tempuh.
Saya tidak mengkultuskan beliau, karena beliau adalah manusia biasa. Tapi, melihat sepak terjang beliau saja saya terharu. Apalagi perjuangan Rasulullah??? Sayang sekali saya belum tamat membaca biografi Rasulullah berupa Sirah Nabi.. maka kini, demi melihat fenomena akhir-akhir ini, dan demi kata-kata manusia-manusia yang saya kenal, bahwa semua manusia adalah da’i sebelum menjadi apa-apa, maka alangkah baiknya jika kita sebagai manusia mempelajari bagaimana Rasulullah menyampaikan risalahnya, Islam yang begitu indah, tanpa mengharapkan imbalan, meski hanya sebuah ketenaran.

8 Agustus 2011

anak itu...

Saya kuliah di Fakultas Peternakan UNDIP.

banyak sekali kejadian yang menuntun saya untuk selalu bersyukur...

siang ini juga,

ketika sedang asyik OL di perpustakaan, tiba-tiba anak itu datang. saya lupa namanya, tapi dia tinggal di kampung sebelah kampus. dia sering keluyuran di kampus. usianya kira-kira 10 tahun. dia laki-laki. sering juga tiba-tiba dia masuk ke kelas kami. dan dia hanya diam..

anak laki-laki itu bisu dan tuli..

sayang saya lupa namanya..

siang ini, dia tiba-tiba mendatangi saya di perpustakaan, dengan gayanya yang biasa, duduk di sebelah, melihat saya, dan diam. hanya menunjuk-nunjuk keyboard laptop saya...

ada stiker KAMM di laptop, dia membacanya, waktu saya lihat ke arahnya, dia menunjukkan bahasa isyarat. dengan mulut bersuara a a a a..dia menggerakkan tangannya, dan saya tahu dia menunjukkan K A M M dengan bahasa isyaratnya..

iseng-iseng saya menuliskan sesuatu di laptop..

BISA BACA?? dia mengangguk.

BISA NULIS?? dia mengangguk lagi...

tapi sayang, kehadirannya diketahui petugas perpustakaan, dan dia dibawa keluar..

ya Allah, anak itu tidak hanya tuli, tidak hanya bisu..tapi dia tuli dan bisu.. tubuhnya kurus, tapi senyumnya tulus, dan matanya bercahaya...

saya pernah mendengar bahwa dia juga mengenyam bangku sekolah, meskipun di Sekolah Luar Biasa..

semoga dia mampu menjadi Luar Biasa..

*teringat lagi, dulu pernah sangat ingin jadi guru SLB..

7 Agustus 2011

kering sudah

beberapa hari ini, Ramadhan sudah berjalan.. dan Alhamdulillah, saya masih bisa menikmatinya.
bahkan begitu banyak pelajaran yang dapat saya ambil.
awalnya, Ramadhan saya mulai dengan biasa saja.
ruhiyah ini terasa begitu kering.

sampai saya memutuskan untuk pergi ke Semarang.
niatnya hanya untuk pindahan dari kontrakan lama.
tapi karena memang kondisinya tidak memungkinkan untuk pulang,
saya teruskan saja sampai seminggu lebih.

dan memang, rencana saya kalah jauh dibanding rencanaNya.
saya tidak tahu harus berbuat apa di Semarang.
teman-teman SP, saya nganggur.
mau pindahan, nunggu teman yang SP.
mau syuro', hanya berdua dengan ikhwan, tidak jadi.
akhirnya saya melakukan apa yang memang harus dilakukan,
dan ruhiyah ini masih kering.

hingga suatu saat, saya tarawih.
lantunan ayat-ayatNya terasa begitu mengena.
pun dengan nasihat dari para guru, tentang kehidupan.
sudah tidak kering lagi ruhiyah ini..

dan kemarin, ada himbauan dari Sang Murobbi.
dalam Mukhoyyam Quran,
dua hari di Masjid polines.
bersama para punggawa dakwah kampus.
saya merasa kecil.
tapi saya yakin, mampu menyelesaikan tugas yang diberikan.
hafalan juz tigapuluh,
dan tilawah delapan juz dalam dua hari.
ruhiyah ini tidak lagi kering.

dan acara itu, ditutup dengan doa,
pengharapan di bulan suci.
hingga saya tahu, ada apa dengan diri saya selama ini.

saya tahu, ruhiyah ini kering karena siramannya tidak menentu.
bukankah tilawah itu melembutkan hati?
bukankah mendengarkan nasihat itu menyejukkan nurani?
bukankah hikmah hanya akan turun pada mereka yang mau berpikir?
dan rutinitas kehidupan yang menjemukan,
akan menjadikan ruhiyah kering,
jika tanpa diimbangi dengan ibadah padanya.

kini, saya yakin, ramadhan ini penuh berkah.
maka jangan biarkan ruhiyah itu kembali kering...

1 Agustus 2011

Ramadhan tahun ini

Ramadhan tahun ini,
seakan tak percaya
bahwa saya sudah harus dewasa

ramadhan tahun ini,
saya bertemu dengan ayah,
dari seorang teman,
yang dulu sangat akrab,
kini mungkin juga masih,
jika dia juga masih..

tapi sayang,
ramadhan tahun ini,
tahun ketiga dia pergi,



ramadhan tahun ini juga,
embah putri sudah tidak ada,
pakde royo tidak ada,
embah kakung juga,
pakde sudi juga,
mbah totok juga,

siapa lagi?

ramadhan tahun ini,
saya masih di sini
berharap lebih dari ramadhan tahun lalu

ramadhan tahun ini,
saya harus bisa,
menjadi saya yang baru,

yang lolos dari ujian2 iman..
yang lolos dari ujian2 dunia,,

karena ramadhan tahun ini,
dimulai kini.