Rasulullah dulu, sering dilempari batu, ditimpuki isi perut kambing, dihantam suka-suka oleh musuhnya.. hingga luka memenuhi tubuhnya, hingga bau di sekujur tubuhnya, hingga tanggal gigi geliginya...
Namun beliau mencontohkan hal sebaliknya pada para musuh.. bukan berbalik menyerang, bukan berbalik bersikap buruk atau lebih buruk.. Beliau mencontohkan kebaikan, yang ada pada dirinya, untuk para musuhnya.
Atau, seperti Umar, Utsman, Ali, yang dengan ikhlas mengakhiri hidupnya dengan pembunuhan.. dan musuh mereka tidak hanya dari orang yang tidak mengerti.. musuh mereka, berasal dari mereka yang justru mengerti.
Entahlah, jujur, saya sedang merasa sakit hati dengan perkataan seseorang setelah saya berupaya memberikan yang terbaik untuknya, baik dalam tingkah laku maupun perkataan. Berusaha menasehati sesuatu yang melenceng menurut pandangan umum itu, baik kan? Tapi mungkin memang cara saya yang kurang baik, menjadikan semuanya tambah buruk.
Tapi kemudian, saya ingat kembali, bahwa mereka yang berjuang untuk memperbaiki, selalu mendapat banyak musuh. (tapi saya tidak ingin menjadikan yang tersakiti itu sebagai musuh..ini hanya analogi :P). dan para penyampai kebaikan tidak pernah gentar untuk terus menyampaikan kebaikan. Mereka tidak mempedulikan suara-suara sumbang yang ada. Mereka membiarkan yang memang sudah tidak mau diajak tersenyum dan tertawa bersama. Mereka jauh lebih sibuk melakukan kebaikan-kebaikan yang menuju pada perbaikan diri dan sesama. Meski berbagai perlawanan muncul di dalam perjalanan menuju kebaikan diri dan sesama, mereka terus melaju.
*entahlah jika sedikit kurang baik untuk dibaca, saya ijin untuk mempublikasikannya di situs pribadi saya ya*
19 Juni 2013
7 Juni 2013
Mari Belajar Bersama
Berat memang,
mengikhlaskan yang kita cintai untuk pergi, dan menjadi dia yang terbaik. Jadi ingat
waktu dulu,, ah, sudahlah.
Jadi, untukmu
yang sekarang sepertinya sedang jatuh cinta, saya mendukung sepenuhnya. Mendukung
agar cinta kalian disemikan di waktu yang tepat, bersama dengan ridhoNya.
Tumbuhlah menjadi
dua insan yang baik. Yang mampu berkarya dan menjadi diri kalian sebaik
mungkin. Dan biarkan Dia menemukan kalian (lagi), di waktu yang memang telah
ditentukanNya. Karena itu akan jauh lebih indah dibanding jika kalian
memaksakan sekarang.
Saya memang
bukan orang yang sangat berpengalaman dalam bidang ini. Tapi, setidaknya, saya
pernah tahu beberapa kisah. Bahwa yang matang memang lebih enak untuk dimakan..
aihh,, maksudnya, ya tumbuh matang dulu, lalu bertemu, dan menjalani kisah
kasih yang indah, bukan hanya di mata manusia, tapi yang sangat penting, indah di
mataNya.
Jadilah dua
insan yang pantas untuk Dia temukan suatu hari. Tanpa harus memaksakan jalan
cerita. Tanpa harus mengikatkan yang belum pantas diikatkan. Tanpa harus
menyatukan yang belum pantas disatukan. Tanpa harus memiliki sebelum pantas dan
diijinkan.
Ini nasehat
untukmu, untuk saya, dan juga untuk siapa saja yang memang menginginkan
keberkahan. Saya pun begitu, sedang belajar mengenai ikhlas, mengenai sabar,
mengenai menjadi lebih baik dari hari ke hari, mengenai menemukan sosok yang
memang pantas, mungkin tanpa harus kita tahu, siapa dia, bagaimana sifatnya,
kapan pertama bertemu,, dan kenangan-kenangan yang mungkin tidak mampu kami
ingat bersama.
Waiting For The Call-Irfan Makki
Miles away, oceans apart
Never in my sight, but always in my heart
The love is always there, it will never die
Only growing stronger, a tear rolls down my eye
I'm thinking all the time
When the day will come
Standing there before you
Accept this Hajj of mine
Standing in ihram, making my tawaf
Drinking blessings from Your well
The challenge of Safa and Marwa
Rekindles my imaan
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
I feel alive and I feel strong
I can feel Islam running through my veins
To see my Muslim brothers, their purpose all the same
Greeting one another, exalting one True Name
I truly hope one day, everyone will get the chance
To be blessed with the greatest honour
Of being called to Your Noble House
Standing in ihram making my tawaf,
Drinking blessings from Your well
The challenge of Safa and Marwa
Rekindles my imaan
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)
Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)
Labbayk(here I am)
Labbayk(here I am)
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)
Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)
Labbayk(here I am)
Labbayk(here I am)
Never in my sight, but always in my heart
The love is always there, it will never die
Only growing stronger, a tear rolls down my eye
I'm thinking all the time
When the day will come
Standing there before you
Accept this Hajj of mine
Standing in ihram, making my tawaf
Drinking blessings from Your well
The challenge of Safa and Marwa
Rekindles my imaan
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
I feel alive and I feel strong
I can feel Islam running through my veins
To see my Muslim brothers, their purpose all the same
Greeting one another, exalting one True Name
I truly hope one day, everyone will get the chance
To be blessed with the greatest honour
Of being called to Your Noble House
Standing in ihram making my tawaf,
Drinking blessings from Your well
The challenge of Safa and Marwa
Rekindles my imaan
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)
Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)
Labbayk(here I am)
Labbayk(here I am)
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)
Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)
Labbayk(here I am)
Labbayk(here I am)
Mabrook-Irfan Makki
Today smiles all around
Both of you are shining with faces so bright
These memories will always remain
Deep in your hearts brightening the darkest night
We always pray your everyday
Will be blessed with joy
May all your dreams come true
Look now happiness is all around
Your love has brightened up the night sky
Your loved ones are gathered here just to say
Oh congratulations
(Ya Allah berkati pasangan ini
Bahagia hidup berkasih sayang
Rasulullah indahnya sunnahmu
Dunia terasa bagai di syurga)
We always pray your everyday
Will be blessed with joy
May all your dreams come true
Look now happiness is all around
Your love has brightened up the night sky
Your loved ones are gathered here just to say
Oh congratulations
Mabrook mabrook mabrook congratulations to you
Mabrook mabrook mabrook congratulations to you
Mabrook (mabrook) mabrook (mabrook) mabrook congratulations to you
Mabrook (mabrook) mabrook (mabrook) mabrook congratulations to you
Mabrook mabrook (mabrook) mabrook congratulations to you yeah
Look now happiness is all around
Your love has brightened up the night sky
Your loved ones are gathered here just to say
Oh congratulations
Mabrook mabrook mabrook congratulations to you
Mabrook mabrook mabrook congratulations to you
Tentang Hidayah
Saya, sampai
sekarang masih ada keinginan untuk tahu dan mengerti tentang mekanisme energi,
dan semua yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Yang berasal dari apapun
yang dimakan, dan menjadi energi untuk kemudian mampu menggerakkan semua anggota
tubuh untuk lebih giat dan semangat bekerja. Meski sedikit rumit,
mekanisme-mekanisme itu sangat lebih mudah dipelajari lewat buka-buka buku teks
pelajaran biokimia, atau searching di google dan semacamnya.
Tapi, saya,
sampai sekarang juga, masih sangat tidak mampu memahami bagaimana mekanisme
hidayah bisa sampai ke telinga, mata, hidung, mulut manusia, lalu menjalar ke
seluruh tubuh, bermuara di hati, dan tercermin pada perilaku. Mau dicari di
manapun, ia tidak pernah ditemukan.
Ada saja. Ada saja
yang tiba-tiba berubah setelah mendapat musibah. Ada saja yang butuh bertahun-tahun
berubah setelah diberi nasehat bertubi-tubi. Ada saja yang tidak pernah
tersentuh, meski segala apa yang ada di lingkungan amat sangat mendukung proses
terjadinya pemasukan hidayah. Ada saja...
Maka saya
terlalu jenuh untuk hanya memahami mekanisme terjadinya hidayah. Saya, jadi
lebih senang menikmati adanya hidayah pada siapapun. Yang lalu serta-merta
membentuk energi terbaik yang pernah ada dalam hidup. Merubah apapun yang buruk,
menjadi sesuatu yang baik. Menjadikan senyum menghiasi muka yang kusut. Menjadikan
bersih sebagai kebiasaan. Menjadikan hidup lebih hidup.
Ah, meski saya
belajar banyak tentang metabolisme energi, protein, dan nutrisi lain, ternyata
pengetahuan itu jauh lebih mudah dipahami (padahal susyah syekali memunculkan
semangat belajarnya). Dibanding mereka, mekanisme hidayah sungguh rumit. Dan hanya
Dia, memang hanya Dia yang tahu. Kita hanya bisa mempersilakan hidayah datang,
dan merubah seluruh hidup kita.
*gara-gara
sebuah fenomena : jilbab* -if you know what I mean-
5 Juni 2013
Sudah Bersyukur Kah?
bagaimana kalau tiba-tiba kita tidak bisa buang hajat selama tiga hari?
tapi kita biasa saja jika bisa buang hajat tiap hari, tiap pagi..
bagaimana kalau tiba-tiba kita dapati handphone kita hilang?
tapi kita biasa saja meletakkannya sembarangan..
bagaimana kalau tiba-tiba kuota modem habis dan tidak lagi leluasa mengakses internet?
tapi kita biasa saja membuka sembarang situs jika ada...
bagaimana kalau tiba-tiba kita jatuh dari motor dan terbentur batu di kepala?
tapi kita biasa saja pergi kemanapun tanpa helm, selagi tidak ada polisi...
bagaimana kalau tiba-tiba, seseorang yang resmi menikah dengan kita adalah orang yang tidak pernah kita tahu?
tapi kita biasa saja bergaul dan mencinta orang seadanya...
bagaimana kalau tiba-tiba kita biasa saja melakukan semuanya?
belajar mengenai hidup, tidak mudah.
tapi kita biasa saja jika bisa buang hajat tiap hari, tiap pagi..
bagaimana kalau tiba-tiba kita dapati handphone kita hilang?
tapi kita biasa saja meletakkannya sembarangan..
bagaimana kalau tiba-tiba kuota modem habis dan tidak lagi leluasa mengakses internet?
tapi kita biasa saja membuka sembarang situs jika ada...
bagaimana kalau tiba-tiba kita jatuh dari motor dan terbentur batu di kepala?
tapi kita biasa saja pergi kemanapun tanpa helm, selagi tidak ada polisi...
bagaimana kalau tiba-tiba, seseorang yang resmi menikah dengan kita adalah orang yang tidak pernah kita tahu?
tapi kita biasa saja bergaul dan mencinta orang seadanya...
bagaimana kalau tiba-tiba kita biasa saja melakukan semuanya?
belajar mengenai hidup, tidak mudah.
4 Juni 2013
Saya Perempuan (2)
Dan hari ini,
Senin.. mendapat banyak sekali pelajaran mental, meski saya sedang tidak
mengikuti pelatihan mental :P.
Pagi-pagi, masih
se-gerimis ketika ahad kemarin (dan berkali-kali bapak mengirimi sms yang
isinya ‘hanya’ mengabarkan cuaca di rumah..*he’s worried*). Biasalah, kesenduan
gerimis tidak hanya tampak di langit, tapi juga memunculkan stimulus-stimulus
kemalasan di dalam diri.. hehe..
Tapi, karena tanggal
3 Juni 2013 merupakan hari bersejarah bagi saya dan tim PMW (Program Mahasiswa Wirausaha)
Salon Jilbab Annisa, maka, pagi gerimis tadi malah memicu kami untuk segera
melangkahkan kaki ke PKM Tembalang guna mengikuti wawancara review proposal
PMW 2013, pukul 09.00. (padahal cukup telat juga gara-gara mandinya kesiangan
-_-).
TAPI, yang jadi
masalah adalah, dedengkot PMW Salon Jilbab Annisa baru bisa hadir di Tembalang
sekitar pukul 11.00. Muti namanya, dia baru saja pulang kampung, ditahan
keponakan yang memintanya menyuapi sarapan.
Alhasil, hanya saya
dan dua teman se tim (Nurul HM dan Jend) yang pergi terlebih dahulu ke PKM
Tembalang. Dengan kepasrahan seutuhnya, kami melangkahkan kaki ke gedung PKM,
di lantai dua. Dan tanpa ba bi bu, kami yang hanya tahu kalau acara hari ini
adalah review, kami menyiapkan hanya diri dan kenekatan kami, tanpa menyiapkan
proposal kasaran yang mungkin bisa membantu kami jika terjadi sesuatu yang
kurang nyaman..
Dan ternyata benar!
Baru membaca pengumuman lagi beberapa menit sebelum nongol di PKM, bahwa
ternyata acara hari ini adalah WAWANCARA REVIEW PMW 2013... poin pentingnya di
WAWANCARA, dan kita datang tanpa persiapan..
Dengan 90 tim yang
telah lolos seleksi administrasi, kami mengantri seperti pasien klinik,
menunggu dipanggil satu-satu. Tapi kami tidak ikut mengantri, hanya karena Muti
belum datang.
Akhirnya kami
menunggu sampai Muti muncul, ceritanya mau pamitan baik-baik ke ibu-ibu penjaga
wawancara :
Jend : mohon maaf
ibu, ini nanti teknis wawancaranya seperti apa ya bu?
Ibu : ya nanti tak
panggil satu-satu.. gimana? Mau kuliah dulu?
Jend : ...
Ibu : kalau mau
kuliah dulu, kuliah dulu saja.. nanti kesini lagi..
Jend : ... oh, iya
bu.. (dan pergi bersama kami).
*bukan bohong,
karena kami lapar, ceritanya kami mau pamit makan dulu, lalu ngeprin proposal
untuk bahan belajar sebelum wawancara, malah diijinkan dengan amat sangat
elegan oleh sang Ibu, ya sudah..:P*
Setelah kami makan,
dan lalu menunggu Muti datang, kami shalat dhuhur, lalu kembali lagi ke PKM
Tembalang untuk mengantri. Dan ternyata masih sangat banyak peserta. Nomor urut
kami seharusnya 60, tetapi teknis pemanggilan didasarkan pada jenis usaha yang
diusulkan di proposal. Jadilah kami ikut berjejalan mengantri di depan pintu.
Ibu : jasa-jasa,
mana yang usahanya jasa..
Kami : saya bu..
saya saya..
Ibu : ya sudah
ngantri dulu..
Okelah kami
mengantri dengan tertib, menunggu giliran..
Tiba di dalam,
ketemunya sama dosen sendiri -_-“..
Bapak : Salon Jilbab
Annisa... (sambil lihat-lihat muka kami yang keempatnya berkerudung lebar,
tanpa kreasi..)
Kami : ....
Kami melalui sesi
wawancara yang cukup memalukan menginspirasi.. intinya, sang bapak
kurang percaya jika kami mengajukan proposal tentang salon, karena tampilan
kami yang kurang mencerminkan ‘anak salon’. Tapi alhamdulillah kami dengan pd
meyakinkan beliau.. karena memang kami hanya ingin mengembangkan usaha, jadi
memang, tampilan kami sederhana, tapi riasan kami, luar biasa :D.
Ah, lagi, saya
perempuan, yang senang dengan keindahan. Alam, muka, bentuk, dan segala macam,
jika sudah indah, senang saja melihatnya. Dan usaha kami, jika nanti diloloskan
untuk didanai, sangat berkutat dengan ‘menampakkan keindahan’. Bukan berarti
kami ingin mengajarkan tabarruj untuk muslimah, bukan itu.. tapi kami juga
belajar berdakwah lewat ini :D. kami ingin memberitahu dunia, bahwa kecantikan
memang baik, tapi akan lebih baik jika sepenuhnya untukNya. Perlahan, ijinkan
kami memberitahu dunia bahwa hijab syar’i itu indah, bahwa indah itu hijab
syar’i. Dukung kami dalam mengampanyekan hijab syar’i ya! Yang tanpa punuk
onta, yang menutup dada..
3 Juni 2013
Saya Perempuan (1)
Dua hari ini, Ahad dan Senin, menjadi hari yang (cukup) menyenangkan. Meski hujan gerimis di dua pagi hari, pengalaman yang didapat, amat sangat menyadarkan saya tentang diri saya :).
Ahad pagi, gerimis, dan saya seperti biasa, menghabiskan sepagian di kontrakan, senam, lalu mengutak-atik laptop, mengerjakan apa saja yang bisa dikerjakan, sarapan, mandi, menyetrika. Dan karena ada kajian di masjid kampus, saya juga sudah dari hari sebelumnya berniat untuk mendatanginya, kajian tentang Isra' Mi'raj. Namun karena gerimis, saya mengurungkan niat, lebih karena enggan. Namun pukul setengah sebelas, semangat ke maskam muncul lagi, dan akhirnya saya bersama Jend, pergi ke maskam, ikut kajian.
Sampai maskam, saya hanya mendapati ustadz sedang berbicara, tapi ternyata sudah berbincang dengan peserta, artinya, sudah sesi tanya-jawab, dan hanya setengah jam saya ikuti. Jend mengajak saya berbelanja, untuk memutar uangnya, katanya begitu. Seusai kajian, saya shalat dhuhur dan beranjak pergi ke tempat tujuan. Ah, yaa.. yang membuat saya sumringah adalah, saat masuk maskam, saya disambut adik kelas di bagian registrasi peserta kajian, dan lalu mendapat satu kardus makanan ringan, gratis katanya :P. (parah yak, seneng banget dapet gratisan, untung niatnya ikut kajian, bukan nyari snack :P).
Daann,, petualangan dimulai!. Biasa saja sih sebenarnya, untuk perempuan pada umumnya, saya yakin, ini sangat biasa (yaa karena saya bukan perempuan pada umumnya, lhooh..).
Jadi, Jend mengajak saya ke Ratu Paksi Jewelry>>TOKO AKSESORIS. Guess what? Saya hanya mengagumi saja, karena memang fitrah seorang perempuan ya begitu..suka pernak-pernik. Ah, jadi ingat waktu SMP, teman-teman sangat suka beli bermacam-macam aksesoris, dan saya hanya ikut masuk toko, beli yang dibutuhkan, dan pulang.
Tapi ternyata, saya sadar bahwa sekarang saya sudah tidak seperti saya saat SMP, karena saya sekarang lebih 'perempuan', meski tidak se'perempuan' teman-teman saya :). Sekarang saya suka melihat warna-warni aksesoris, ingin membeli, ingin mempunyai dan memakai :) (apa sih...).<< Ini hanya tambahan tulisan.
Intinya, saya sangat menghormati, menghargai, dan mengagumi kreativitas. Terutama yang berkaitan dengan perempuan. Bahwa ternyata memang, segala yang berkaitan dengan perempuan adalah semua tentang keindahan, kecantikan. Dan menjadi cantik, sudah fitrah perempuan. Merasa cantik juga begitu. Tapi, Maha Indah Allah, yang telah menurunkan firman bagi perempuan untuk selalu terjaga.
Merasa cantik bukan berarti kemayu. Tidak boleh kemayu malah.
Terus?? Yaa,, setelah selesai di Ratu Paksi, setelah akhirnya saya membeli satu tas 'cantik' dan kain flanel untuk saya 'rusuhi', setelah mencoba kacamata dan urung membeli, setelah berniat untuk lebih belajar lagi tentang rajut, saya dan Jend pergi ke pasar Johar>>BELI ROK<
Masuk pasar, dan merasa kaget lagi. Ya iyalah, saya jarang, sangat jarang ke pasar. Jauh lebih memilih untuk membeli sesuatu apapun di toko. Sedikit senang, karena bisa window shopping (atau apa ya, karena ga ada jendelanya di pasar :P). Tapi lebih banyak kurang nyamannya, karena memang saya jarang, dan cenderung tidak suka berlama-lama di pasar. Tidak lihai menawar harga, itu terutamanya, dan kurang suka saja. Tapi, kok saya masih ingin 'jualan' ya? Hmmm..
Akhirnya saya beli rok, setelah ditawarkan harganya oleh kawan saya >,<. Sudah.
Tapi, anehnya, saya malah jadi termotivasi untuk berkali-kali ke pasar, untuk berkomunikasi dengan para pedagang, untuk belajar banyak hal. Setelah keluar dari pasar Johar, saya minum es teh di pinggir jalan.. ngobrol bersama penjualnya (lebih tepatnya menimbrung obrolan yang terjadi antara Jend dan pedagang esteh..:P). Dan tentu, mengamati sekitaran pasar yang sore itu masih ramai. Saya harus lebih mampu berkomunikasi! :D.
Malamnya, kami melanjutkan pengerjaan souvenir belanjaan Jend, untuk dijual lagi. Entahlah, kebetulan saja, label yang dibeli untuk kemasan aksesoris, bertuliskan SI Collection (dipaksa menjadi Siti Ipeh Collection) :P.
Then I love to create some creative things more... to live my life, to enjoy me (karena pada dasarnya, begini-begini, saya perempuan yang juga suka untuk berkreasi..).
Ahad pagi, gerimis, dan saya seperti biasa, menghabiskan sepagian di kontrakan, senam, lalu mengutak-atik laptop, mengerjakan apa saja yang bisa dikerjakan, sarapan, mandi, menyetrika. Dan karena ada kajian di masjid kampus, saya juga sudah dari hari sebelumnya berniat untuk mendatanginya, kajian tentang Isra' Mi'raj. Namun karena gerimis, saya mengurungkan niat, lebih karena enggan. Namun pukul setengah sebelas, semangat ke maskam muncul lagi, dan akhirnya saya bersama Jend, pergi ke maskam, ikut kajian.
Sampai maskam, saya hanya mendapati ustadz sedang berbicara, tapi ternyata sudah berbincang dengan peserta, artinya, sudah sesi tanya-jawab, dan hanya setengah jam saya ikuti. Jend mengajak saya berbelanja, untuk memutar uangnya, katanya begitu. Seusai kajian, saya shalat dhuhur dan beranjak pergi ke tempat tujuan. Ah, yaa.. yang membuat saya sumringah adalah, saat masuk maskam, saya disambut adik kelas di bagian registrasi peserta kajian, dan lalu mendapat satu kardus makanan ringan, gratis katanya :P. (parah yak, seneng banget dapet gratisan, untung niatnya ikut kajian, bukan nyari snack :P).
Daann,, petualangan dimulai!. Biasa saja sih sebenarnya, untuk perempuan pada umumnya, saya yakin, ini sangat biasa (yaa karena saya bukan perempuan pada umumnya, lhooh..).
Jadi, Jend mengajak saya ke Ratu Paksi Jewelry>>TOKO AKSESORIS. Guess what? Saya hanya mengagumi saja, karena memang fitrah seorang perempuan ya begitu..suka pernak-pernik. Ah, jadi ingat waktu SMP, teman-teman sangat suka beli bermacam-macam aksesoris, dan saya hanya ikut masuk toko, beli yang dibutuhkan, dan pulang.
Tapi ternyata, saya sadar bahwa sekarang saya sudah tidak seperti saya saat SMP, karena saya sekarang lebih 'perempuan', meski tidak se'perempuan' teman-teman saya :). Sekarang saya suka melihat warna-warni aksesoris, ingin membeli, ingin mempunyai dan memakai :) (apa sih...).<< Ini hanya tambahan tulisan.
Intinya, saya sangat menghormati, menghargai, dan mengagumi kreativitas. Terutama yang berkaitan dengan perempuan. Bahwa ternyata memang, segala yang berkaitan dengan perempuan adalah semua tentang keindahan, kecantikan. Dan menjadi cantik, sudah fitrah perempuan. Merasa cantik juga begitu. Tapi, Maha Indah Allah, yang telah menurunkan firman bagi perempuan untuk selalu terjaga.
Merasa cantik bukan berarti kemayu. Tidak boleh kemayu malah.
Terus?? Yaa,, setelah selesai di Ratu Paksi, setelah akhirnya saya membeli satu tas 'cantik' dan kain flanel untuk saya 'rusuhi', setelah mencoba kacamata dan urung membeli, setelah berniat untuk lebih belajar lagi tentang rajut, saya dan Jend pergi ke pasar Johar>>BELI ROK
Masuk pasar, dan merasa kaget lagi. Ya iyalah, saya jarang, sangat jarang ke pasar. Jauh lebih memilih untuk membeli sesuatu apapun di toko. Sedikit senang, karena bisa window shopping (atau apa ya, karena ga ada jendelanya di pasar :P). Tapi lebih banyak kurang nyamannya, karena memang saya jarang, dan cenderung tidak suka berlama-lama di pasar. Tidak lihai menawar harga, itu terutamanya, dan kurang suka saja. Tapi, kok saya masih ingin 'jualan' ya? Hmmm..
Akhirnya saya beli rok, setelah ditawarkan harganya oleh kawan saya >,<. Sudah.
Tapi, anehnya, saya malah jadi termotivasi untuk berkali-kali ke pasar, untuk berkomunikasi dengan para pedagang, untuk belajar banyak hal. Setelah keluar dari pasar Johar, saya minum es teh di pinggir jalan.. ngobrol bersama penjualnya (lebih tepatnya menimbrung obrolan yang terjadi antara Jend dan pedagang esteh..:P). Dan tentu, mengamati sekitaran pasar yang sore itu masih ramai. Saya harus lebih mampu berkomunikasi! :D.
Malamnya, kami melanjutkan pengerjaan souvenir belanjaan Jend, untuk dijual lagi. Entahlah, kebetulan saja, label yang dibeli untuk kemasan aksesoris, bertuliskan SI Collection (dipaksa menjadi Siti Ipeh Collection) :P.
Then I love to create some creative things more... to live my life, to enjoy me (karena pada dasarnya, begini-begini, saya perempuan yang juga suka untuk berkreasi..).
Langganan:
Postingan (Atom)
