28 Maret 2011

berbuat kebaikan???

Saya menulis ini adalah saat saya sedang dalam keadaan merasa beres dengan hati saya. Terlalu bodoh dan terlalu dini ketika saya harus mengatakan bahwa diri ini mengagumi seorang lawan jenis. Saya tahu, dan sadar bahwa Allah telah menakdirkan anak Adam terlena dalam zina, mulai dari zina hati hingga zina yang sebenarnya. Dan ketika saat ini saya sadar bahwa selama ini, saya tidak jauh-jauh dari zina hati, saya jadi malu dan ingin segera mengakhiri apa yang pernah saya rasakan dulu.
Dan kini, ketika saya sadar bahwa hati saya sedang beres, saya akan berpikir dan berusaha untuk selalu memiliki pikiran ini. Bahwa saya harus selalu berbuat baik pada semua orang, baik itu sesama jenis ataupun kepada yang berlainan jenis dengan saya. Bukan apa-apa, selama belum ada istilah ‘suami’ dalam hidup saya, sebelum ada istilah ‘anak-anak’ dalam kelajangan saya kali ini, hakikatnya saya adalah milik bersama, dalam arti bahwa saya harus bermanfaat dan bisa membahagiakan semua orang, karena saya memiliki mereka dan mereka juga memiliki saya. Pun ketika memang belum ada yang ‘memiliki’ saya secara sah menurut agama, saya belum merupakan milik siapa-siapa, (kecuali orang tua saya), yang berarti menjadikan saya bebas melakukan apapun tanpa menuruti kata-kata orang lain, tanpa bergantung pada perasaan siapapun (kecuali orang tua saya), tetapi tetap menjaga kebahagiaan orang-orang sekitar.
Dan kekhilafan saya dulu, yang selalu saya doakan tidak pernah terulang lagi itu, tidaklah patut untuk diabadikan. Meski Allah memberi kita semua fitrah untuk saling mengagumi. Ah, semoga hati ini selalu dalam penjagaanNya.. Amin

keponakanku sudah besar

Tiba-tiba tersentak, antara kaget dan senang... Keponakanku yang juga adik sepupu jauhku  menambahkanku sebagai teman di Facebook.
Dan aku sadar bahwa ternyata aku telah beranjak dewasa. Tahun ini, aku akan menginjak umurku yang ke 20 tahun. Dan dia, keponakan kecilku dulu, kini telah kelas satu SMA, tahun ini umurnya 16 tahun. Dan sebentar lagi akan menjadi laki-laki dewasa.
Tapi entah kenapa seperti ada sesuatu yang hilang. Dan aku merasa sangat merindukan masa-masa kami dulu. Karena aku dan dia hanya terpaut empat tahun. Sementara aku adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Meski dia keponakanku, dia seperti adikku. Dan kenyataannya kini, setelah kami beranjak dewasa, dia tetaplah bukan adikku.
Seperti ada ruangan kosong di sini. Aku masih ingat bau rambutnya. Masih ingat caranya merengek. Masih ingat kelucuannya. Masih ingat saat-saat kami bermain bersama... dan aku menginginkannya lagi.
Aku menginginkan diri ini kembali ke sepuluh tahun yang lalu, mungkin, atau kurang dari itu, atau lebih dari itu, ketika kami bersama-sama berlarian di sawah...
Karena aku dan kakak-kakak perempuanku terpaut umur yang cukup jauh, dan aku merasa memiliki keponakanku itu.
Hmmmh...hanya bisa berdoa dan berharap Allah akan mempertemukan kami kembali di JannahNya. Terus berdoa agar dia bertumbuh menjadi laki-laki yang bermartabat, yang dipahamkan olehNya perihal agama, yang mandiri seperti apa yang selalu dilakukannya sekarang dalam Pramukanya..
Oiya, baru kusadari ternyata kami sekeluarga memiliki ketertarikan kepada beberapa hal yang sama. Pramuka, merah putih, kemiliteran, pendidikan... meski sekarang, kenyataannya kami berspesialisasi menjadi diri-diri kami. Dulu, dan sampai kini, aku masih mencintai dunia pendidikan. Sampai-sampai aku sering menangis melihat guru-guru yang berjuang keras mendidik muridnya, pun dengan keadaan guru-guru yang hanya sibuk menaikkan pangkat demi rupiah-rupiah ke kantongnya...
Aku rindu kepada keponakanku, sebagaimana aku rindu berprestasi seperti dulu

20 Maret 2011

self talked

Kadang, dialog kita dengan diri sendiri akan membangun kepercayaan diri kita, sementara dunia luar berkata lain. Namun, tak jarang juga, dialog pada diri sendiri atau yang biasa disebut dengan ‘self talked’ itu menjadi sesuatu yang amat sangat menjijikkan dan setelah mengetahui dunia luar berkata yang jauh lebih baik, kita sadar bahwa yang kita bicarakan pada diri sendiri adalah sesuatu yang sangat bodoh dan tidak baik untuk dilestarikan.
Itulah mengapa, dan memang kenyataannya, Allah menciptakan manusia tidak hanya sebagai makhluk individual. Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk dwitunggal. Harus bersosialisasi dengan orang lain, dan tetap sebagai dirinya sendiri.
Sering saya merasa bahwa hidup sendiri akan lebih baik. Bahwa tanpa orang lain, segalanya akan lebih mudah diatur. Namun, kembali lagi fenomena alam dan alam itu sendiri menyeleksi apapun yang terjadi. Hingga suatu saat saya menyadari bahwa saya adalah manusia yang tidak mungkin hidup sendiri.
Banyak orang yang sibuk dengan pengembangan dirinya, tetapi kadang, mereka terlalu larut dalam kesibukan tersebut sehingga orang lain memandang mereka egois atau individualis. Karena, menurut saya juga, idealis bukanlah individualis, bahkan beda jauh dengan egois. Dan pribadi-pribadi itu, yang hakikatnya adalah makhluk sosial, seringkali berubah menjadi makhluk individualis karena pengaruh lingkungan.
Maka sudah sepantasnyalah kita mencari lingkungan yang baik untuk perkembangan kita. Bahwa meski kita sering melakukan ‘self talked’, kita tidak akan menjadi makhluk individualis, tapi dengan lingkungan yang baik itu, menjadikan self talked kita menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dalam peran kita sebagai makhluk sosial.

6 Maret 2011

european

I wanna be a rich person...
then I can go somewhere having four season,,,-EUROPEAN
looking at the trees in autumn, feel the cold in winter, feel the cheerfully spring...taste the hottest thing in summer.

i wanna be a rich and kind person,,,
who build the best home for the poor, let them feel happy every time...

I wanna be,,,, someone that is useful for other.
the prophet Muhammad said that those who are useful for other, that's the best person ever.

2 Maret 2011

I absolutely know,,,that if I'm not happy being here, I must go somewhere out there, somewhere, that there's nothing makes unhappy...

11 Februari 2011

OKLAHOMA


Suitcase packed with all his things
Car pulls up, the doorbell rings
He don't wanna go
He thought he'd found his home
But with circumstances he can't change
Waves goodbye as they pull away
From the life he's known
For the last 7 months or so

She said "we've found a man who looks like you
Who cried and said he never knew
About the boy in pictures that we showed him
A rambler in his younger days
He knew he'd made a few mistakes
But he swore he would have been there
Had he known it
Son we think we found your dad in Oklahoma

A million thoughts raced through his mind
What's his name, what's he like
And will he be
Anything like the man in his dreams
She could see the questions in his eyes
Whispered "don't be scared my child"
I will let you know
What we know

About the man we found
He looks like you
Who cried and said he never knew
About the boy in pictures that we showed him
A rambler in his younger days
He knew he'd made a few mistakes
But he swore he would have been there
Had he known it
You always said that this was something that you wanted
Son it's time to meet your dad in Oklahoma

One last turn he held his breath
Till they reached the faint house on the left
And all at once the tears came rollin in
And as they pulled into the drive
The man was waiting there outside
He wiped the worry from his eyes
Smiled and took his hand
And he said

I'm the man who looks like you
Who cried because I never knew
About the boy in pictures that they showed me
Oh a rambler in my younger days
I knew I'd made a few mistakes
But I swear I would have been there
Had I known it
Never again will you ever be alone
Son welcome to your home in Oklahoma
  
Billy Gilman, he sang this very good song wonderfully.... n I really love this. the clip also...

9 Februari 2011

bout my town(2)

Sempat terkaget-kaget waktu kemarin (8 Februari 2011) mendengar berita Temanggung rusuh.. Padahal, bertahun-tahun aku tinggal di sana, Temanggung selalu damai, aman, dan sangat recommended untuk ditinggali... 

7 Februari 2011

Bagaimana kau tidak bersyukur??

Bagaimana kau tidak bersyukur??
Masih ada dua mata untuk melihat, satu hidung dua lubang untuk bernafas dan membau, sepasang telinga kanan kiri untuk mampu mendengar, dua tangan sepuluh jari untuk melakukan apa saja, sepasang kaki kanan kiri untuk melangkah dan berlari, satu tubuh yang masih bisa koordinasi...

Bagaimana kau tidak bersyukur???
Karena masih kau rasakan kebahagiaan sebab orang tuamu masih lengkap, saat kau pulang dari perantauan, mereka telah sibuk mengkaji al qur’an, yang mungkin dulu tak pernah kau bayangkan... yang kini tak pernah lagi terlihat lelah dengan pekerjaannya yang menumpuk, yang kini menikmati hidup mereka meski usia beranjak senja,, yang kini rajin ke mushala untuk mendirikan tiang agama tinggi-tinggi,,,

Bagaimana kau tidak bersyukur???
Saudaramu masih utuh, dengan hubungan yang kian teguh,, karena setiap saat kau mengetahui mereka dalam keadaan tercukupi, meski kadang sakit menggerogoti, tapi yakinlah bahwa itu adalah penggugur dosa yang sejati..

Bagaimana kau tidak bersyukur???
Di saat yang lain kedinginan karena angin malam, kau masih bisa menarik selimut untuk menutupi tubuhmu, masih bisa memasak air hangat dan membuat minuman kesukaanmu, atau hanya berkumpul dengan teman-temanmu dalam satu rumah di perantauan dan bercerita tentang masa depan dengan mereka...

Bagaimana kau tidak bersyukur??
Kau masih diberi kesempatan untuk menggali ilmu tentang kekuasaanNya, hingga kau tahu bahwa manusia jauh lebih sempurna dibanding makhlukNya yang lain, hingga kau mengerti bahwa segala hal yang terjadi dalam tubuh adalah rumit, hingga kau memahami bahwa meminum susu akan mendatangkan pahala, hingga kau tahu bagaimana menggembala sebaik Rasulullah...

Bagaimana kau tidak bersyukur??
Ketika Allah masih mengijinkanmu untuk mengkaji ilmuNya, dengan mendekatkanmu pada kebaikan, pada orang-orang yang memahami agama, pada orang-orang yang senantiasa selalu mengingatkan, pada orang-orang yang tahu bahwa apapun yang dilakukan dalam hidup ini adalah untuk beribadah padaNya, pada orang-orang yang tahu bahwa dunia tidaklah abadi, bahwa ada akhirat di sana...

Bagaimana kau tidak bersyukur???
Hingga kini kau masih diberi kehidupan, maka jangan banyak buang waktu, bekerjalah sungguh-sungguh seolah-olah kau akan hidup selamanya sampai kiamat nanti, dan berdoalah kuat-kuat seakan-akan kiamat datang esok hari...

BANGKITLAH KAU!!!!


Allah tidak akan pernah lelah menguji hambaNya. Dan manusia tidak pernah cukup dengan pemberianNya... apakah itu yang ada di pikiranmu sekarang??
Baru sekarang kau menyesal telah mengecewakan orang tuamu, baru sekarang, karena kau merasa telah terkalahkan oleh orang yang kau kagumi. Bukankah lebih baik jika kau membiarkan dia melejit? Tidakkah kau pikir bahwa dia berada di sana karena doamu? Bukankah dulu kau pernah memanjatkan doa agar Allah menjadikannya lebih baik?? Meski mungkin apa yang kau inginkan tak nampak, apa yang kau panjatkan belum terpenuhi olehNya... namun kau tak pantas menggerutu.. ini hasil dari usahamu selama ini,, bahwa kau hanyalah orang biasa,, bahwa kau tak boleh berharap lebih..
Keberadaanmu di puncak dulu, bukan semata-mata karena usahamu, itu karena pertolonganNya,, berapa sering kau lalai akan berdoa? Berapa sering kau lupa bersujud padaNya? Bukankah selama ini kau menghampiriNya hanya jika kau menghadapi kesedihan?? bukankah selama ini pikiranmu banyak kau layangkan hanya pada dia yang kau doakan terus-menerus tiap hari bahkan melebihi doamu pada dirimu sendiri, keluargamu, pun saudara-saudaramu??
Aku peringatkan padamu yang adalah aku sendiri,,, berhentilah berharap yang semu,,tetap doakan dia menjadi yang terbaik, bukan karena kau mengaguminya, doakan semua saudaramu..bukan hanya dia,,dan jangan bersedih karena semua hanya penilaian manusia,
Jangan bersedih, malah kau berhak berbahagia, bukankah Allah akan selalu memberi peringatan pada orang yang lalai?? Kau beruntung telah sadar bahwa dirimu salah,,lihatlah, di luar sana banyak orang yang salah, tapi tidak mengerti apa salahnya, bahkan tidak mengerti bahwa ia salah...
Dan biarkan dia, yang selalu kau doakan itu, menjadi pribadi yang lebih baik,,lebih bijak dalam bertindak, lebih sopan dalam berucap, pun lebih kuat imannya... hingga Allah menunjukkan kuasaNya padanya...
Bangkitlah kau, wahai jiwa yang sedah gundah, kau tak berhak bersedih, karena Allah mencintaimu,
Bangkitlah kau, bekerja dan berdoalah, niscaya Allah akan menolongmu...

doa untuknya dan mereka

“Engkau tidak akan mampu memberikan hidayah kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah mampu”
Ya Rabb, bahkan Rasulullah pun, seseorang yang begitu Engkau cintai itu, tak mampu memberikan hidayah pada pamannya. Karena memang Engkaulah Sang Pemberi Hidayah. Adakah salah jika aku menginginkan sesuatu yang lain pada yang kucintai? Hanya ingin dia jauh lebih baik dari dirinya kini. Hanya itu.
Mengajak ‘mereka’ berpikir, mengajak mereka menyadari bagaimana indah kuasaMu, bahwa hanya denganMu lah hidup mereka jauh lebih baik.
Dan kini, tanpa aku mengungkapkan rasa cinta ini, dia yang kucintai, kurasa lebih baik dari hari ke hari. Entah kebiasaan, perkataan, dan segala yang dulu kurasa biasa saja, bagiku kini lebih baik. Ataukah aku hanya menilai dari sudut pandangku saja tanpa melihat bagaimana kenyataan sebenarnya?
Ah, kini aku hanya ingin berbaik sangka saja pada semuanya. Bahwa YA! Dia lebih baik kini, lebih dekat denganMu, lebih tertata tutur katanya, dan lebih tertata hidupnya..dan Rabb, biarkan kini dia jauh lebih baik, sebagai bukti cintaMu padanya, sebagai bukti bahwa dia telah berusaha untuk jauh lebih baik. Meski mungkin, hidayah itu belum benar-benar Kau berikan padanya. Namun, di sini aku hanya bisa memohon padaMu, baikkan dia, cintai dia, dan berikanlah ‘dia’ yang terbaik untuknya. Amin.

tentang televisi


Stasiun tivi sekarang lucu... yang satu berusaha menampilkan berbagai acara bermutu dan mendidik, yang lain entah kenapa hanya menampilkan acara-acara yang berbasis keuntungan saja, asal laris mungkin.
Sore ini juga begitu, dua stasiun yang satu korporasi, berusaha untuk menjaga acaranya bermutu baik untuk anak-anak maupun dewasa. Tapi yang lain, isinya yang bermutu hanya berita, pun kadang beritanya hanya berkutat masalah kriminalitas, atau kalau tidak, berita yang sudah out of date. Ah, aneh bener.. ada juga yang ngakunya stasiun khusus untuk berita, tapi yang ada malah mengulang-ulang berita.
Saya jadi pengen tahu, ada tidak to standarisasi acara tivi? Atau hanya asal jika tivi tersebut bisa memenuhi ‘bayaran-bayaran’ tertentu, acara apapun bebas diputar?? Tidakkah mereka, para pemilik tivi-tivi itu, sadar akan bahaya akibat acara-acara mereka yang isinya hanya membicarakan orang, metode pacaran, mistik, sinetron yang penuh khayalan, syair-syair dan goyangan yang mengundang syahwat, dan semua sarana pembodohan pikir, pengkerdilan diri dan penghitam hati??
Bukan bermaksud menyepelekan tugas KPI, saya pernah membaca artikel bahwa berjuta-juta komplain datang ke KPI terkait dengan acara-acara tivi itu, tapi, ya mungkin KPI sudah bersusah payah untuk menyaring dan menyensor semua acara yang berbau tidak mendidik itu,, tapi, tahu sendirilah, masih banyak oknum yang hanya mau menikmati uang saja tanpa memikirkan bagaimana nasib orang lain. Entah yang tersiksa karena tontonan yang tidak bisa dijadikan tuntunan, ataupun yang terpuaskan oleh tontonan yang menurutnya bisa jadi tuntunan padahal sangat jauh menjerumuskan.

22 Januari 2011

bout my town..

Temanggung, awalnya malu pada teman-teman ketika ditanya darimana asalnya,, saya hanya menjawab seadanya bahwa saya berasal dari Temanggung... dan ketika itu, tahun 2009, awal saya kuliah, mungkin jika tidak ada persitiwa itu, kota saya ini tidak banyak dimengerti orang...
ketika saya bilang saya dari Temanggung, mereka hanya menjawab.. "Ooo, yang ada terorisnya itu ya..."
dan ketika itu saya henya meringis,, dan mwnjawab iya...
ah, malu sekali rasanya, apalagi ketika ditanya, Temanggung punya apa??
Saya kuliah di Semarang, mengenal berbagai karakter manusia dari berbagai penjuru kota,, ada yang dari Pati dan membanggakan Pabrik Kacangnya, yang dari Kudus punya pabrik rokok, yang dari Magelang punya Borobudur, yang dari Pekalongan, Purwodadi, dan lainnya, katanya sudah punya mall... Hmmm, dan ketika itu (dan sampai sekarang,) saya membanggakan Temanggung yang punya tembakau, bakso lombok uleg, dan bla-bla bla... sering saya berpikir, nggak gaul banget ya saya ini,,, masa' kekayaan kota sendiri nggak ngerti,,tapi bukankah memang begitu (maaf kalau salah, jangan marah dulu, baca artikel ini sampai selesai). Temanggung tidak punya makanan khas seperti Magelang punya gethuk dan Wonosobo punya Mie Ongklok....sering saya bilang, Temanggung punya ini kok, teman saya menimpali,, loh, itu kan di daerahku banyak,,,
Kalau sudah begitu, yo wes lah, saya ngalah,,,,
Tetapi kini, saya telah menemukan kembali jati diri saya sebagai orang yang bangga akan kotanya sendiri, maafkan Gung, tapi kini aku bangga padamu....
Temanggung adalah kota paling nyaman yang pernah saya tempati, apalagi di rumah saya, di Getas Campuranom kecamatan Bansari, dimana udaranya masih sejuk, airnya bersih dan banyak, dan manusia-manusia di sana ramah-ramah... Sebuah kota yang recommended untuk ditinggali oleh orang-orang yang menginginkan kenyamanan dan ketenangan... meski belum menjadi kota yang 'maju' seperti kota-kota di sekitarnya,, Magelang, Wonosobo, Semarang, Jogja..,,Temanggung terus melangkah maju,, dan hari ini saya menyadari (betapa terlambatnya kesadaran ini...) bahwa Temanggung punya potensi yang luar biasa.. bukan hanya dari sumber alamnya yang mencengangkan (karena tanahnya subur, sangat cocok untuk bertani), tapi juga putra-putri daerahnya yang sebenarnya kreatif...
Ada ide mengenai kaos bermerk GaGe, yang membacanyapun harus jelas Ga Ge,, yang menurut analisa saya, artinya adalah cepat, sigap, siap segera,,,, entah sang pembuat kaos bermaksud apa menamai karyanya dengan nama ini, tapi, GaGe memang patut dijadikan ikon bagi kota kecil ini... pun dengan Radio Kayu Magno, yang pernah masuk di Kick Andy di Metro TV, sebuah ide kreatif dalam bentuk lain yang sangat patut dilestarikan...
hmmm...saya yaki, belum banyak yang saya bisa bicarakan di sini, karena keterbatasan pengetahuan saya tentang Temanggung sendiri (memalukan sekali,,,) tapi sekarang, jika ada yang menanyakan asal saya dari mana,,saya akan menjawab dengan biasa saja ditambah nada datar dan rasa bangga, "SAYA DARI TEMANGGUNG". Dan doakan saya bisa memajukan kota Temanggung dengan cara saya, dengan ilmu yang saya punya,, suatu hari nanti, akan ada Integrated Farming System di kota ini,,,

13 Desember 2010

jikA bukAn kAu...

If you’re not the one then why does my soul feel glad, today
If you’re not the one then why does my hand fit yours, this way
If you are not mine then why does your heart return, my call
If you are not mine would I have the strength to stand, at all

I never know what the future brings
But I know you’re here with me now
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with

I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I can stay, in your arms~?

If I don’t need you then why am I crying on, my bed?
If I don’t need you then why does your name resound, in my head?
If you’re not for me then why does this distance maim, my life?
If you’re not for me then why do I dream of you, as my wife?

I don’t know why you’re so far away
But I know that this much is true
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I pray in you’re the one I build my home with
I hope I love you all my life


Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
Cause I love you, whether it’s wrong or right
And though I can’t be with you tonight
You know my heart is by your side

untuk dia yg sepertinya merasakan hal yang sama. maaf dan terimakasih.

2 Desember 2010

at your side


When the daylight's gone, and you're on your own
And you need a friend, just to be around
I will comfort you, I will take your hand

And I'll pull you through, I will understand
And you`ll know that...

I'll be at your side
There's no need to worry
Together, we'll survive
Through the haste & hurry
I'll be at your side, if you feel like you're alone
And you've nowhere to turn
I'll be at your side

If life's standing still, and your soul's confused
And you cannot find what road to choose
If you make mistakes (make mistakes)
You won't let me down (let me down)
I will still believe (still believe)
I will turn around
And you know that

I'll be at your side
There's no need to worry
Together we'll survive
Through the haste and hurry
I'll be at your side
If you feel like you're alone
And you've nowhere to turn
I'll be at your side

I'll be at your side
I'll be at your side
You know that

I'll be at your side
There's no need to worry
Together we'll survive
Through the haste and hurry
I'll be at your side, if you feel like you're alone
You've got somewhere to go
I'll be at your side

I'll be at your side
I'll be right there for you
(Together we'll survive)
Through the haste and hurry
I'll be at your side, if you feel like you're alone
You've got somewhere to go
'Coz I'm at your side
Yeeeah, I'll be right there for you
I'll be right there for you yeah
I'm right at your side

sang juara

Senang sekali (sekali lagi) melihat teman-temanku memenangkan kompetisi. Baik dari dalam dirinya maupun sekitar.
Dulu, ketika Sekolah Menengah Pertama, aku dekat dengan manusia-manusia berprestasi, dan mereka selalu gemilang, aku sangat senang. Bukan hanya karena aku diberi kesempatan untuk dekat dengan mereka, tetapi juga karena efek positifnya padaku saat ini. Ah, dan kini, aku berbahagia melihat temanku menjadi sang juara meski hanya tingkat Fakultas Peternakan UNDIP.
Meski aku tak pernah mendapat gelar juara sebaik mereka, aku merasakan kebahagiaan itu. Kebahagiaan bahwa mereka mampu menjadikan orang-orang di sekitarnya bahagia, bahwa mereka mampu mengalahkan kekerdilan dalam dirinya, dan bahwa mereka mampu membuktikan bahwa mereka mampu.
Hmmm... tak henti-hentinya bibir ini mengulum senyum. Meski hanya ucapan terimakasih dari sang juara karena aku mau menjadi temannya, meski hanya senyum tulus darinya, semuanya melebihi harta yang pernah kumiliki. Karena pada hakikatnya, kebahagiaan sejati itu adalah kemenangan hati...
Terimakasih telah menjadikanku juara di hidupku dengan kejuaraan yang engkau raih, kawan....

30 November 2010

untuknya

Hanya demi menjaga cintaku untuknya, aku tak akan mencintai orang selain dia. Terlebih lagi, hati ini selalu bersikap membedakan antara dia dengan orang lain. Bahwa dia adalah belahan hati, bahwa dia perlu disayangi...padahal bukan siapa-siapa...

Dan kini aku terpuruk dalam kecintaan yang terlalu, meski aku tak pernah tahu dia tahu atau tidak, tetapi aku sedikit banyak yakin dia tahu akan rahasiaku padanya. Pun denganku, agaknya aku tahu bahwa dia menyimpan rasa yang sama untukku.

Biarlah semua berjalan seperti biasa. Dan dia tetap menjadi bintang di langit.

Seperti Ali pada Fatimah dan Fatimah pada Ali, tak pernah tahu satu sama lain jika mereka saling menjaga. Tak pernah paham satu sama lain jika mereka saling mencinta. Tak pernah mengerti satu sama lain jika mereka saling mengagumi. Mereka hanya menjalankan tugas sebagai manusia. Yang taat akan perintah Tuhan, dan selalu berusaha untuk menjauhi laranganNya.

Kini aku mencoba untuk menjadi Fatimah, yang menyimpan rapi semuanya di hati, sembari berharap dia secerdas dan sejantan Ali, yang mengagumi dalam hati, dan dengan penuh keyakinan menyongsong Fatimah dengan kehalalan.

Biarlah kini kami saling tak mengerti keadaan hati masing-masing, tetapi aku yakin Allah memberi kami segalanya yang terbaik. Pun jika memang kenyataan nanti kami bukanlah siapa-siapa satu sama lain,,,hanya teman, yang dulu pernah bertemu, dan pernah saling mengenal.

23 Oktober 2010

untukmu

...wahai engkau yang senantiasa teguh menghadapi jaman..
engkau yang tersenyum di kala sakit,,,
engkau yang menghabiskan waktu hanya untukNya..
engkau yang bersujud ketika yang lain terlelap...
engkau yang mengerti bahwa Dia lah tujuan tertinggi...
tersenyumlah...