13 Juli 2011

terpesona dengan Solo...^^,

Bolehlah kalau saya menuliskan keterpesonaan saya dengan satu kota itu, Solo. Bukannya saya belum pernah kesana. Dulu, ketika masih SMA dan kakak saya huliah di Solo, saya pernah kesana hanya sekedar menengok kakak saya. Meski tidak banyak berputar-putar di Solo, setidaknya saya pernah kesana. Haha.
Dan kemarin, seharian saya ada di Solo, membuat saya ingin kesana lagi. Jarang-jarang saya merasakan rindu dengan sebuah kota karena kekaguman saya, tapi di Solo, entahlah, tapi banyak yang membuat saya terkesan disana. Tidak salah jika kakak saya masih sering berkunjung ke Solo.
Sampai di Solo, bersama teman-teman kuliah, pertama kali kami mengunjungi Lembah Hijau Multifarm, sebuah sistem pertanian dan peternakan terpadu yang ramah lingkungan. Lembah Hijau Multifarm atau yang disingkat LHM, sangat menarik bagi saya, yang adalah mahasiswa peternakan. Di sana, ada beberapa area untuk peternakan sapi potong, peternakan sapi perah, pengolahan biogas, pengolahan pupuk, lahan tanaman sayuran, lahan tanaman buah-buahan, food court, kolam ikan, akuarium, toko kecil untuk produk-produk pangan, dan semua itu dibangun di tengah pedesaan daerah Sukoharjo yang menurut saya cukup panas.
Kala itu yang ada di benak saya adalah, wilayah Solo yang puanas saja bisa punya LHM yang terkenal dan cukup menghasilkan, apalagi Temanggung, yang sangat sejuk dan pastinya sangat berpotensi untuk mendirikan integrated farming system macam LHM. Dan apabila ada tempat semacam LHM di Temanggung, saya yakin bukan hanya mudah dikembangkan, tapi juga akan menambah pendapatan daerah, dan juga akan menjadi salah satu rujukan pariwisata, hal yang sering dipertanyakan oleh teman-teman saya, Temanggung punya apa???
Hmm...salah satu mimpi saya adalah dapat mendirikan integrated farming system atau agrokomplek terpadu di kota tercinta saya..semoga terwujud!
Pesona Solo yang lain, tata kotanya yang rapi, bersih dan menyenangkan dipandang mata, meski panas. Selain itu, ketika saya selesai mengunjungi LHM, saya bersama rombongan diajak panitia ke PGS, Pusat Grosir Solo. Di PGS, kami yang perempuan, terpesona karena pakaian-pakaian yang ada dan uang kami yang tidak ada. Artinya kami hanya mampu terpesona dengannya. Hmm..
Satu yang berkesan di PGS, kala itu sudah masuk waktu Ashar, dan kami shalat di sana. Musholanya, ada di bagian teratas PGS, cukup luas, sejuk, dan hening, jauh dari keramaian PGS di bawah. Meski tempat wudhunya cukup jauh dari mushola, tetapi di sana benar-benar terjaga antara laki-laki dan perempuan. Dibatasi dengan tirai yang bersih, ibadah kami jadi khusyuk meski posisi kami di pasar.
Satu lagi, setelah kami ke PGS, kami ke SGM, Solo Grand Mall. Tidak banyak yang membuat saya terpesona di sana. Sama seperti mall-mall lain di Semarang. Namun, kami, saya bertiga dengan teman saya, membuat sebuah aksi cukup menggelikan..
Kami sampai di SGM waktu sebelum maghrib, kami bertiga makan sebentar di food court di Bee’s (produknya ehem...). Hanya satu orang dari kami yang makan, saya dan satu teman saya hanya menemani. Seusai makan, kami berburu mushola. Karena memang baru pertama kali ke SGM, kami tidak tahu dimana letak musholanya. Dengan modal bertanya pada cleaner service, ditunjukkanlah kami pada lantai 4, lantai paling atas di SGM. Kami naik ekskalator sampai lantai 4, dan bertanya lagi pada cleaner service yang lain, katanya, “Turun lagi mbak, lewat tangga, atau naik lift, nanti dekat sana ada tempat parkir, ya di dekat situ ada musholanya”. Berbekal ilmu dari sang cleaner service, kami turun lagi ke lantai tiga untuk mencari tangga yang dimaksud beliau. Nah, ketemulah tangga menuju sebuah tempat dengan pinggiran kaca warna hijau. Kami sudah naik kesana. Waktu kami intip, di sana tempat billiard. Ahaha...tersasarlah kami bertiga, perempuan berjilbab yang hampir masuk ke tempat billiard. Dan kami pun berbalik menuruni tangga dengan pedenya. Dari dalam tempat billiard, keluarlah teman satu bis kami “Hei, mau main billiard, sini-sini!!”. Kami jawab saja “nyasar, mau sholat, yuk!”. Hufth!
Kami pun menemukan tangga yang dimaksud pak cleaner service, naiklah kami, dan bertemu dengan teman satu bis lain yang sedang menuju mushola. Hmm...damainya hati ini. Meski mushollanya tidak seluas ketika kami di PGS, cukup representatif untuk shalat, dan lebih nyaman daripada di mall di kota Semarang.

1 Juli 2011

saya muslim, dan saya bangga

padahal saya berada di sekitar orang-orang yang beragama, dan masa lalu mereka ada di lingkungan agamis.. tapi apakah mungkin karena saya tidak dan kurang peka terhadap lingkungan luar, saya jadi lalai.
dua hari ini, ketika membuka kembali jejaring sosial teman masa lalu, sedikit kaget karena 'dakwah' yang mereka gaungkan...
bukan untuk mengajak pada situasi tertentu, tapi, dengan menunjukkan keyakinan mereka, dan mereka sangat bangga, sangat mencintai apapun yang ada di sana..,.
sementara kadang, orang-orang muslim di sekitar saya, entah memang karena telah terbiasa bersama-sama orang-orang muslim, jadi lupa kalau sebagai muslim harus menunjukkan kebanggaannya terhadap Islam..
tanpa sadar, sebagai muslim, sering terlihat pacaran, tidak islami dalam berpakaian, bergaul, bermuamalah,,dan berlain-lain...
saya juga kerap kali lalai akan beberapa hal, padahal dalam kitab kami, Al Quran, telah dijelaskan segala macam hal terkait aturan hidup. mulai dari yang besar hingga kecil. pun ilmu pengetahuan, saya yakin dan telah membuktikan bahwa al Quran mencantumkan semuanya, hanya mungkin, manusia belum mampu menangkap maknanya..termasuk saya..
dalam Al Quran, diatur bagaimana bergaul dengan lawan jenis, dengan hewan, dengan tumbuhan, dan dengan alam yang lain, bagaimana menikah, bagaimana berumah tangga, bagaimana mendidik anak, bagaimana membesarkannya, bagaimana hidup bertetangga, belajar, bekerja, mencari nafkah yang halal, berdagang, dan berbagai aturan kehidupan..
pun penjelasan serta keajaiban tentang alam semesta, penciptaan langit dan bumi, penciptaan manusia, keajaiban tumbuhan, sampai disebutkan dalam nama-nama surat di sana seperti semut, laba-laba, kuda perang, sapi betina, lebah,,, pun dengan bintang-bintang, matahari, bulan,,  semuanya ada di dalam alQuran, dan itu nyata kini, menjadi pegangan bagi setiap muslim di dunia...
tapi memang, manusia adalah tempat salah dan lupa...Al Quran yang begitu sempurna itu, sering terlupa..
biarkanlah Allah mengingatkan kita dengan cara-caraNya,, dan kita hanya bisa berjanji bahwa kita akan terus mengingatNya, menjalankan perintahNya, menjauhi laranganNya, dan berkata :
Saya Muslim, dan saya bangga...

cikgu??

Sore ini, kembali terdengar cerita ibu dan kakak tentang dunia keguruannya.. tentang sertifikasi yang banyak direka-reka, tentang korupsi waktu yang banyak dilakukan, tentang sistem pengajaran yang tidak profesional. Dan mereka menceritakan dalam dua hal berbeda, karena ibu guru SD dan kakak guru SMP. Ayah pun, yang mantan pegawai bukan guru, selalu memperhatikan dunia pendidikan...dan beliau lah komentator atas percakapan ibu dan kakak.
Seperti sore ini, mereka membicarakan tentang sertifikat untuk sertifikasi. Beberapa guru melakukan semacam ‘penipuan’ agar bisa mendapatkan sertifikat dengan mengeluarkan uang berlebih untuk mendapatkan uang yang lebih banyak setelah sertifikasi.. dan ayah pun berkomentar, ‘apakah mereka juga terpikir untuk bersedekah dengan uang itu, kalau begitu?’.
Lalu pada suatu hari yang lain, kakak bercerita tentang bagaimana seorang guru harus menjaga waktunya. Karena di sekolahnya, mayoritas guru sangat suka memotong waktu belajar. Datang agak siang dan pulang lebih awal. Padahal ada beberapa muridnya yang harus berjalan sekitar 5 km dari rumahnya.. dan para murid yang adalah orang desa itu, tiada pernah menggerutu ketika sang guru berperilaku seperti itu. Dan dampaknya, kelulusan sekolah tersebut terbilang cukup rendah. Saya menganalisa, kalau memang guru-gurunya bersungguh-sungguh mengajar dengan baik, murid-murid desa itu akan berkembang dengan baik.
Teringat cerita Laskar Pelangi-salah satu cerita yang memotivasi saya untuk menjadi pendidik-bahwa bu Muslimah mampu menumbuhkan semangat belajar pada anak-anak didiknya, padahal kondisi di sana sangat terbatas. Bukan hanya masalah fasilitas, tapi juga murid, jumlah guru, tempat terpencil, dan masalah sosial ekonomi... tapi kini, ketika para guru menggerutu karena bayaran yang dianggap tidak sesuai dengan usaha, dan berujung pada ketidaktuntasan dalam mengajar, mengandalkan keajaiban pada muridnya saat ujian akhir, membanggakan telah berjasa ketika semua berhasil.
Memang, masih banyak guru-guru yang berdedikasi tinggi-termasuk guru-guru saya SD,SMP dan SMA, kakak, dan juga ibu saya- tapi jika kembali saya dengar cerita dari ibu dan kakak mengenai rekan sesama guru mereka yang masih bersikap tidak terdidik, apakah salah jika saya mengira bahwa kebobrokan negeri ini adalah juga karena peran guru yang tidak dijalankan sebagaimana mestinya oleh beberapa guru??
Pernah juga saya mendengar cerita seorang guru yang berbuat mesum dengan seorang murid SMP di kuburan dan berujung kepada kematian sang guru saat sedang berbuat. Apakah ini potret guru Indonesia?? Tidak, dan jangan sampai ada guru seperti itu lagi. Cukup satu saja.
Dulu, dan sampai sekarang, keinginan saya sangat kuat untuk menjadi guru. Dan jurusan peternakan adalah pilihan terakhir di hari terakhir. Namun, kenyataan kini saya kuliah di peternakan, malah membuat saya makin bersyukur karena tidak dimasukkan ke dalam barisan para calon pendidik. Karena saya yakin, mereka yang telah terpilih untuk meneruskan profesi sebagai seorang guru, adalah mereka yang dapat menggantikan model-model guru jaman sekarang, yang mampu melahirkan generasi terbaik untuk negeri ini, dan mungkin, Allah tidak mengijinkan saya berperan di sana. Karena mungkin, bisa jadi apabila saya masuk ke sana, saya tidak akan mampu merubah bangsa ini menjadi lebih baik..
Semoga para calon guru sadar bahwa kebiasaan mereka kini akan membentuk diri mereka nanti. Maka apabila calon guru masih suka mencontek saat ujian, menitip tanda tangan absen saat kuliah, sibuk pacaran, tugas hanya mengopi teman, skripsi dikerjakan orang lain, tidak suka bekerjasama, dan masih suka melakukan hal-hal tidak bermanfaat lainnya, jangan heran generasi penerus yang akan menjadi murid mereka adalah generasi penerus kerusakan negeri ini...
Betapa saya termasuk menjadi orang nomor satu yang akan membinasakan guru-guru tidak bertanggungjawab itu nanti.
Saya berterimakasih pada Allah yang telah menakdirkan saya untuk hidup bersama makhlukNya yang lain, demi menumbuhkan generasi cemerlang dengan cara yang lain,,
Terpujilah wahai engkau, ibu bapak guru,
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku,
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku,
Sebagai prasasti terimakasihku tuk pengabdianmu,
Engkau bagai pelita dalam kegelapan,
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan,
Engkau patriot pahlawan bangsa,
Tanpa tanda jasa...

Maka apabila seorang guru masih merengek meminta tanda jasa hanya berupa sertifikat, jangan harap namanya akan hidup dalam sanubari murid-muridnya,

29 Juni 2011

fakta ilmiah dalam Al Quran

Saya, terperangah melihat fakta-fakta ilmiah dalam alquran.. ketika kembali teringat pula, bahwa kesadaran saya akan hal tersebutlah yang membawa saya sampai jadi seperti ini. Bahwa kajian, tulisan, video-video yang dibuat oleh orang-orang BERILMU tentang semua ini, membuat saya semakin mantap menjalani agama Islam. Bahwa saya patut bersyukur karena saya dikenalkan dengan mereka, hingga kini saya menjadi lebih bersemangat dalam berbuat, agar ‘mereka’ yang belum tahu menjadi tahu, bahwa agama Islamlah yang terbaik.

cintamulu??

Biarkanlah cinta ini, hanya diperuntukkan bagi mereka yang Kau pilih.
Dan yang kutahu telah kau pilihkan, hanya orang tua, kakak-kakak, keluarga, teman-teman, dan segala apa yang memang telah kumiliki kini. Namun untuknya, yang entah siapa, dimana, kapan ku bertemu, bagaimana wujudnya, apa kesukaannya, darimana asalnya,,,aku hanya menyerahkan semua padaMu.. dan aku tahu, Kau menjagaku untuknya dan menjaganya untukku.
Dan kini, Engkau selalu memperingatkanku untuk selalu menjaga diri...hingga ingatan itu kian melekat, dan menyisakan cinta yang berlebih hanya padaMu..untukku menyiapkan diri, bertemu dengan pecintaMu...
Dan keyakinanku yang lain, bilapun tak Kau temukan aku dengan dia di duniaku, ijinkan aku menikmati kebersamaanku di bawah ridhoMu,,dalam dunia yang lain...
Allah, biarkan diri ini terlena dengan kecintaan terhadapMu, bukan selalu sibuk mengingat dia yang tak berwujud itu...
Allah, ijinkan diri ini memohon ampun padaMu, karena hati ini yang belum mampu kujaga...

21 Juni 2011

looking for a friend

mengagumi atau menyukai seseorang dari tulisan..hmmm. not bad, tapi tetap, hati kita selalu Dia bolak-balikkan...jadi, tetaplah hati-hati meski hanya sebuah tulisan. karena bisa menjebak atau melanggengkan. ah, jadi ingat beberapa 'kasus' cinta lokasi di blog. yang akhirnya dapat menjalani hidup sepanjang hayat berkat saling mengagumi tulisan lewat dunia maya...apa-apaan saya tiba-tiba menulis seperti ini????????

Ar Ra'd 28 "....Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."

13 Juni 2011

ilmu lagi, semoga

Tentang antibiotik,,ternak sangat membutuhkan apalagi ketika sakit. Namun, kadang antibiotik terutama APG alias Antibiotic Growth Promotor, akan lama mengendap dalam produk ternak seperti daging, susu dan telur, dan jika dikonsumsi manusia, antibiotik tersebut masih tetap aktif, padahal manusia tidak tentu membutuhkannya...yang terjadi adalah dimana manusia konsumen tersebut akan menjadi makhluk yang resisten terhadap antibiotik dan tidak akan mempan diberi antibiotik biasa dari dokter, dan jika terkena penyakit,,,entah apa yang akan terjadi...makanya, hidup Probiotik! Yang alami memang lebih aman.

tentang ilmu yang kupelajari

Dosen Ilmu Kesehatan Ternak,,,kala itu beliau mengajar Kesehatan Masyarakat Veterniner...menyampaikan tentang penyakit Escerichia coli yang menyerang ternak...namanya apa saya lupa...tapi kata beliau penyakit itu sangat berbahaya bagi ternak, terlebih dilihat dari sisi pengobatannya...karena jika bakteri tersebut dimusnahkan, maka pelan tapi pasti akan sangat mengganggu sistem pencernaan karena E.coli sangat berperan dalam pembusukan makanan...bagaimana jadinya jika tidak ada kebusukan di dalam perut???masalah pencernaan yang akut akan siap menyerang. Sebaliknya, jika E.coli dalam penyakit itu tidak dimusnahkan,,,yang terjadi paling buruk adalah kematian, karena penyakit ini sangat ganas,,,

9 Juni 2011

sabar

pagi ini, mendapat pelajaran penting mengenai sabar...bahwa kenyataan menunjukkan saya memang belum pantas untuk menjadi hambaNya yang dicintai...dan saya akan terus mencoba, karena yang ada, Allah akan terus memberikan ujian tentang sebuah masalah kepada hambaNya yang sedang menginginkan solusi. seperti sabar, jika saya meminta untuk menjadi hambaNya yang sabar, maka Dia akan memberikan ujian berupa bagaimana saya mampu memanajemen kesabaran saya...dan saksikanlah..
Al Baqarah 153 : Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar
Al Anfaal 66 : Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
Al Ahzab 35 :  Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin[1218], laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
HUud 11 :  kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.
Al Qashash 80 : 
Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar."

...dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar...
terimakasih untuk pagi ini 09062011.

hijrah..

Kemarin, semoga todak salah dengar, saya mendengar seorang teman laki-laki mengatakan “Kalau tarif kosmu naik, jadi pindah wisma??”
Dan teman laki-laki saya yang lain hanya bisa menjawab dengan kata “Mbuh,”
Dan hari ini, saya menanyakan kebenarannya pada teman laki-laki saya yang menjawab ‘mbuh’ itu... dan ternyata memang benar, bahwa teman laki-laki saya yang satu itu menanyakan apakah jika tarif kos turun akan pindah ke wisma atau tidak. Karena ternyata, teman yang menanyakan itu, tarif kosnya naik, dan juga teman saya yang lain.. dan ‘mungkin’ mereka berniat untuk berpindah ke wisma...
Hmmm,,,tidak terlalu penting memang mereka mau pindah atau tidak , tapi entah kenapa, sekarang saya sedikit banyak merasa senang dan tenang jika ternyata mereka mau pndah ke wisma. Karena doa saya, mereka tidak hanya pindah ke wisma, tapi benar-benar ‘hijrah’. Dan berpindah bukan hanya karena tarif kos yang melonjak, tetapi lebih kepada karena di wisma lah mereka bisa kembali kepada fitrah, mereka bisa mendalammi ilmu sepanjang hayat yang seharusnya memang mereka kuasai..
Meski saya senang, agak sedikit terdapat kekhawatiran..tapi, ah,,positif thinking sajalah, semoga memang niat mereka lurus dan benar-benar mampu bertahan di wisma, dengan segala kekurangannya. Bukan untuk apa-apa, hanya melihat mereka lebih baik saja itu sudah cukup. Dan semoga tulisan ini menjadi doa yang diamini oleh banyak makhlukNya..amin.

29 Mei 2011

sebuah tulisan dari sebuah diskusi

mengikuti sebuah organisasi,,,bukan hanya untuk ajang mengeksiskan diri...tapi lebih kepada bagaimana kita mengembangkan diri untuk lebih bermanfaat bagi orang lain...hufth...Entahlah,,,tapi dari diskusi siang tadi,,saya semakin bersemangat untuk mengikuti organisasi di kampus, baik ekstra maupun intra...bukan hanya untuk mengembangkan diri, tapi bagaimana berdakwah dengan baik...

27 Mei 2011

Ibu (2)

kunyanyikan sebuah lagu, untukmu ibu...
sebagai wujud terimakasihku kepadamu,,,
tanpa lelah, kau berjuang membesarkanku
berikan yang terbaik untukku...

Mungkin memang Allah tidak menakdirkan saya untuk berani mengatakan sebatas ucapan terimakasih pada ibu,,pun menyanyikan lagu seperti Gita Gutawa, tak akan pernah...tetapi, saya sangat menyukai lagu ini dan hanya bisa memperdengarkannya di depan ibu,,dan saya tahu, ibu pasti tahu kalau saya menyayanginya.. meski mungkin untuk saat ini saya belum mampu menjadi yang terbaik di matanya,

ijinkanlah tanganmu kucium,
dan kubersujud di pangkuanmu,
temukan kedamaian di hangat pelukmu...
ada surga di telapak kakimu,
lambangkan mulianya dirimu,
hanya lewat restumu,
terbuka pintu ke surga...

karena Allah juga telah menakdirkan ibu untuk menjadi yang paling dihormati, begitu pula Rasulullah menganjurkan orang yang pertama kali dihormati adalah ibu...bahkan sangat-sangat dihormati sampai tiga kali pengulangan,,,
Hmmm...memang bukan tipikal orang yang ekspresif, apalagi di depan ibu,,tapi di saat saya sangat ingin pulang seperti ini, senyum ibu adalah kekuatan tersendiri...
terlebih sosoknya yang adalah seorang guru,,,sebuah cita-cita yang mungkin belum diperuntukkan  bagi saya kini...

25 Mei 2011

me and anmlagrcltr

Bukan hanya untuk menceritakan kisah saya di waktu sekarang, dimana saya sedang menempuh pendidikan di jurusan Peternakan, tapi untuk mengenang segala sesuatu yang tiba-tiba terasa begitu jelas mengenai masa kecil dulu, tentang saya dan segala sesuatu mengenai peternakan.
Dulu, saya sangat suka menemani Pakde, kakak pertama ayah, untuk memberi pakan sapinya yang ketika itu, bagi saya, sangat besar. Saya hanya tahu, bahwa Pakde memberi pakan sapinya dengan ‘komboran’, dedak yang dimasak dengan air dan beberapa campuran, seperti jagung, kulit kacang, kulit kacang merah, dan lain-lain.. setelah diberi komboran, saya yang masih kecil sangat suka memegangi rumput untuk disuapkan pada si sapi, dan saya sangat menikmati pemandangan ketika sapi mengunyah rumput-rumput itu, dengan lidah yang menjulur, lalu mengunyah dengan memutar-mutar bibirnya...ah,,sampai pernah, ketika saya sudah bisa diajak berbincang dengan ibu, beliau menceritakan bahwa sebetulnya ibu agak takut dengan sapi, tapi sejak saya sering main-main bersama Pakde di kandang, beliau ikut-ikutan suka dengan sapi.
Tentang dunia peternakan yang lain, ayah membelikan saya mainan kuda-kudaan dalam bentuk kursi kecil yang bisa digoyang-goyangkan...that’s my favourite stuff...
Beranjak besar, semakin banyak pengalaman saya bersama hewan ternak. Ketika itu saya kelas tiga SD. Pertama kali saya memperoleh mata pelajaran IPA, yang sampai sekarang saya menyukainya, pertama kali pula buku paket dari sekolah sangat menarik perhatian saya..dan pada bab pertama, ada gambar sapi disana...saya juga suka menggambar, meski hasil coretan saya acak-acakan...dan saya menggambar sapi itu, ah,saya suka gambar saya dulu...tapi sayang, tidak saya abadikan...semoga saya bisa menemukan buku itu lagi.
Pengalaman lain yang cukup berkesan adalah, ketika saya pulang dari sekolah, saya dikejar pedet, anak sapi. Dan larilah saya dengan cepatnya,,,ah...
Begitu banyak pengalaman saya dengan peternakan,,,bukan untuk bualan belaka,,hanya ingin mengenang, bahwa mungkin Allah mengirimkan berita kepada saya tentang bagaimana mencintai peternakan mulai sejak dulu, dan saya baru menyadari kini...

23 Mei 2011

tidak ada keberuntungan

Biarlah, saya cukup bangga memiliki teman yang berprestasi. Jauh di sini, sebenarnya saya ingin seperti mereka. Dan saya tahu saya pasti bisa. Namun, rasa sungkan dan mendahulukan saudara itu selalu muncul.
Saya hanya sedikit kasihan kepada mereka yang terbatas. Bodohnya lagi, saya tidak menginginkan kebahagiaan itu hanya ada pada saya. Saya ingin teman saya juga merasakan kebahagiaan yang saya rasakan.
Kadang mereka menyampaikan pada saya bahwa mereka sedang tidak memiiki uang sebatas hanya untuk makan. Dan alhamdulillah saya bisa menolongnya.
Kadang mereka mengeluhkan kenapa orang-orang bahagia dengan keluarga yang mereka punya di rumah, dan saya berusaha untuk selalu berperan sebagai yang menyayanginya di sini, di perantauan.
Sehingga yang ada pada diri saya untuk mereka, adalah saya yang tidak boleh pernah mengeluh. Saya yang harus terlihat mendahulukan kebaikan mereka. Saya yang ‘terpaksa’ selalu terlihat ‘baik-baik saja’.
Padahal jauh di sini, saya ingin berprestasi seperti mereka. Ingin memiliki talenta yang mereka punya. Ingin mengembangkan sesuatu yang memang sudah saya miliki.
Apalagi Allah, dalam firmanNya mengatakan bahwa kita sebagai manusia harus berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan.
Dan dalam sebuah novel, saya pernah membaca, ‘Going the Extra Miles’, yang kurang lebih artinya adalah kita harus melebihkan usaha dibandingkan dengan orang lain. Bahwa apapun yang kita lakukan, jika itu sama dengan yang dilakukan orang lain, usahakan bahwa yang kita lakukan itu adalah jauh lebih banyak,jauh lebih baik dari yang dilakukan oleh orang lain.
Bukankah proposal karya tulis yang diterima adalah yang berinovasi karena belum pernah ada yang mencetuskan ide? Tidakkah Thomas Alfa Edison mencoba membuat bola lampu tidak hanya satu dua kali lalu berhasil menerangi dunia? Tidakkah Rasulullah pun menyerukan kebaikan pada orang-orang di sekitarnya secara berulang? Tidak ada satu keberhasilan pun yang hanya dilakukan dengan usaha sekenanya. Tidak ada keberuntungan karena tidak melakukan apa-apa, keberuntungan kita adalah karena usaha-usaha kita di masa lalu, dan karena kita menggenapkannya dengan berdoa.
Saya sangat senang hari ini. Enam April 2011. Entah kenapa ingin sekali menuliskan semuanya di sini.
Mulai Jumat kemarin, ketika saya dan satu teman lain diminta untuk membantu menjadi panitia teknis pelaksanaan Pelatihan Mujahid Dakwah. Ketika itu, saya hanya tsiqoh, percaya pada murabbi saya yang meminta saya ke sana. Dan saya berangkat dengan hanya bermodalkan kenekatan, karena hanya dalam waktu dua hari saya mempersiapkan semuanya, padahal saya masuk dalam kepanitiaan. Saya mengikuti rapat-rapat yang setiap saat diadakan, dan di sana saya mencoba sedikit-sedikit mengikuti alur rapat yang ada...
Dan akhirnya hari itu tiba, saya didaulat menjadi pendamping peserta Pelatihan Mujahid Dakwah, saat itu saya bersama Mbak Dida, mendampingi satu kelompok berisi sebelas orang..ngek ngok...saya harus mengoreksi amal yaumi anak-anak itu, yang adalah adik angkatan...saya harus menanyai berapa juz al quran yang mereka tilawahkan selama dua hari Sabtu Minggu...bagaimana hafalan doa-doa sehari-hari mereka, bagaimana hafalan surat yang disyaratkan panitia kepada mereka...ah, saya saja belum sesempurna itu. malu sekali.
Tapi dengan semua itu, saya jadi sadar, bahwa Allah selalu mengawasi saya. Lebih dari bagaimana saya mengawasi adik-adik dampingan saya di sana. Bahwa Allah selalu mengingatkan, lebih daripada saya mengingatkan adik-adik tentang hafalan dan amalan-amalan yang harus mereka penuhi selama pelatihan.
Lebih dari itu, meski saya tidak mengikuti acara pelatihan, karena memang yang seharusnya merasakan adalah mereka yang posisinya peserta, saya merasa sangat diingatkan oleh Allah. Karena di sana saya hanya panitia rekrutan baru, bukan panitia inti, saya hanya mendengar perintah dari para atasan, dan melaksanakannya. Atasan-atasan saya di sana, adalah manusia-manusia berkualitas di Universitas Diponegoro dan Politeknik Negeri Semarang yang tidak hanya cerdas, tetapi juga terjaga amalan hariannya, terjaga kebeningan hatinya, terjaga semangatnya untuk selalu berdakwah, menyebarkan kebaikan dan menggaungkan kalimat-kalimat Allah...
Dengan kesadaran yang Allah berikan, meski saya tidak mengikuti pelatihan yang keras seperti adik-adik, saya menjadi lebih bersemangat untuk bekerja, bukan hanya untuk pengembangan diri sendiri, tapi juga untuk kemenangan dakwah Islam, untuk kebaikan sesama.
Karena fenomena yang saya dapatkan selepas dari sana, selepas dari pelatihan, dimana saya masuk ke dalam kehidupan yang sebenarnya, banyak sekali orang-orang di sekitar saya yang sangat cemerlang dengan prestasinya, sangat gemilang dengan pencapaian-pencapaiannya, tetapi tidak peduli dengan keadaan jamaah, tidak peduli dengan keberlanjutan generasi di UNDIP.
Saya cukup bahagia dengan keadaan diri saya yang biasa-biasa saja. Bahwa teman-teman, saudara-saudara, kakak-kakak saya di sini, di tanah perantauan, selalu mengingatkan saya untuk selalu peduli pada sesama, peduli terhadap keadaan orang lain...meski kadang saya merasa, hidup saya tersita...tapi sungguh, perjuangan para pendahulu jauh lebih berat dari sekedar perjuangan saya melawan kemanjaan...

30 Maret 2011

everyday I love You...

'cos I believe that destiny
is out of our control...
and you'll never live untill you love
with all your heart and soul...
 cuplikan lirik everyday i love you nya boyzone,,,bagus, dan sangat menyentuh...
tapi kalau dilihat-lihat, nggombal abis...
hufth, meski kadang saya ini bandel dengan masih 'mau' (dan ingin) mendengarkan lagu-lagu gombal semacam ini, saya jauh lebih mau berpikir mengenai bagaimana lagu-lagu yang kita dengarkan, video-video dan gambar-gambar yang kita lihat, dan apapun yang menjadi kebiasaan, akan perlahan tapi pasti membentuk siapa diri kita... termasuk ketika kita terbiasa dengan lagu-lagu mellow semacam lagu boyzone, westlife, blue, dan boyband-boyband ataupun penyanyi solo yang lain, maka kita akan ikut-ikutan menjadi orang yang gampang mewek, gampang tersentuh dengan kata-kata gombal tentang cinta itu...berbeda dengan ketika kita membiasakan diri kita untuk terus mendengarkan lagu-lagu nasyid, atau murottal yang akan menyentuh hati bukan karena liriknya yang nggombal, tetapi karena langsung dari Allah...karena bagaimanapun nggombalnya nasyid, seperti yang isinya tentang pernikahan lah, kerinduan lah,,,dan lain sebagainya, itupun memiliki dasar yang shahih dan baik, kalau tidak dari Al Quran, ya dari hadits...
misalnya lagu Raihan dengan judul Demi Masa...yang diambil langsung dari intisari surat An Ashr dan nasehat-nasehat Rasulullah tentang memanfaatkan waktu...ataupun lagu nya Opick yang berbagai macam judulnya,,,berisi tentang nasehat-nasehat yang sangat baik untuk kehidupan...
TAPI, kadang juga banyak lagu-lagu 'gombal' yang kalau kita melihatnya dari sudut pandang yang berbeda, akan memiliki arti yang berbeda pula, dan kadang sangat menarik karena bisa menyemangati diri kita...
seperti lagunya boyzone di atas, jika kita hanya memotong liriknya yang 'everyday I love You', dan kita katakan itu pada Tuhan kita, pada Rasul kita, pada orangtua kita, pada saudara kita, pada guru kita,,,maka hal itu akan sangat berbeda ketika kita mengucapkannya hanya pada seseorang yang 'mungkin' kita sebut pacar...ataupun pasangan  yang belum halal untuk kita miliki dan mengucapkannya di depannya...

jangan pernah iri

sekarang, sedang hotspotan di perpustakaan kampus, dan melihat fenomena orang-orang di sekitar yang terus menerus mengembangkan diri mereka. berat rasanya melihat mereka, tapi diri saya sendiri memang tergolong tidak mau untuk maju seperti mereka..saya memilih untuk terkungkung dalam apa adanya diri saya...
tanpa harus merasa lebih tinggi atau lebih rendah, saya hanya merasa tidak nyaman dengan adanya diri saya saat ini...
sering, saya membiarkan mereka terbang dan memilih jalan mereka sendiri, tanpa harus memperhatikan bagaimana kelanjutan mereka...
namun sering, saya juga merasa bahwa apa yang mereka lakukan adalah untuk pengembangan diri mereka, bukan untuk bagaimana mereka lebih bermanfaat bagi orang lain, Maka dari itu saya sering berpikir bahwa tanpa progres saya yang sebaik mereka, saya tidak akan pernah iri karena banyak orang di sekitar saya yang masih mau mengingatkan saya bahwa apapun yang saya lakukan, lakukanlah karena untuk beribadah pada Allah SWT, lakukan sesuatu untuk kebermanfaatan bagi orang lain, lakukan sesuatu bukan semata-mata untuk mendapatkan penghargaan ataupun mengembangkan kemampuan pribadi...
dan kini, saya membiarkan diri saya yang apa adanya ini untuk berhenti mengeluhkan hal-hal yang tidak penting. Dan bahwa kemajuan seseorangpun tidak hanya dinilai dari bagaimana mereka dapat mengikuti berbagai macam perlombaan dan memenangkannya. Bahwa mau peduli dengan orang lainpun, di saat sebelumnya tidak pernah peduli, maka itu adalah suatu kemajuan... bahwa mampu mengatur emosi di saat sebelumnya hanya mampu marah-marah, merupakan sebuah kemajuan...dan jangan pernah iri dengan keberhasilan orang lain, karena Allah telah mengatur rizki tiap-tiap makhlukNya...

28 Maret 2011

tentang keluarga...

Hanindyo Purnomo Adi, keponakan jauhku suatu hari saat berjalan di depan rumahku nyeletuk “Aku manggil Pak Joko, apa Mas Joko, Apa Mbah Joko???”
Dan semua orang di pelataran rumahku, termasuk Pak Joko, yang adalah kakak iparku, bingung menjawabnya. Memang unik keluarga kami. Ceritanya panjang. Dimulai dari pernikahan yang terjadi antara Mbah Budiyono dan Mbah Jinariyam...
Mereka berdua bersatu karena sebuah cinta,,,ah indah sekali, kisah cinta jaman dulu yang kadang membuatku bertanya-tanya, kenapa mereka bisa langgeng sampai umur mereka beranjak senja.. berbeda dengan pernikahan kebanyakan manusia jaman sekarang yang pacarannya lama berabad-abad namun umur pernikahannya hanya sepanjang perjalanan merangkak Semarang-Jakarta.
Hmmm... sudahlah, tidak ada gunanya memperpanjang masalah pernikahan jaman dulu dan jaman sekarang.. Namun ini kisah nyata, yang semoga selalu abadi di dunia dan akhirat.
Budiyono dan Jinariyam, menikah dengan indahnya dan menetap di dusun Getas, desa Campuranom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Indonesia. Mereka tinggal bertetanggaan dengan Arsorejo, yang adalah kakak dari Budiyono. Arsorejo yang beristrikan Sartinah, memiliki tiga anak laki-laki bernama Sudarsono, Daryadi, dan Munardi.. ketika itu umur pernikahan Budiyono dan Jinariyam belum lama..sehingga belum dikaruniai momongan.
Jinariyam sendiri, adalah anak ketiga dari delapan bersaudara, Sudiyono, Budi Sisworo, Jinariyam, Sudarno, Suroyo, Suyudi, Susilo dan Sariningsih. Kedelapan bersaudara ini berasal dari dusun Tegalrukem, masih satu desa dengan Getas. Karena memang mayoritas saudaranya adalah laki-laki, sementara di rumah barunya beliau tidak ditemani siapa-siapa kecuali suaminya, Budiyono, Jinariyam kadang meminta Sariningsih, adik bungsunya untuk sekedar menemaninya di Getas, sementara sang suami pergi ke sawah.
Rumah Budiyono dan Jinariyam tepat berada di samping rumah Arsorejo sekeluarga, dapur mereka pun berdekatan, jadi jika sama-sama sedang memasak, dua tetangga bersaudara ini saling bertukar cerita, tentang kehidupan, tentang pengalaman dari yang lebih tua, tentang nasehat kepada pasangan baru.
Dan suatu hari, Sariningsih sedang membantu Jinariyam memasak. Di dapur sebelah, anak bungsu Arsorejo, Munardi juga sedang sibuk di dapur.. mereka pun berkenalan. Dan lama waktu berselang, karena kecocokkan yang ada dan anugerah kasih sayang dari Yang Maha Kuasa, mereka pun menikah, menggenapkan separuh agamanya.
Lama waktu berselang, Budiyono dan Jinariyam dikaruniai dua orang anak, Jumardi dan Wuryadi. Sementara Munardi dan Sariningsih yang sudah menikah itu, dikaruniai tiga orang anak, Widiyasari Handayani, Dwi Nofiyanti, dan Aku. Dan posisiku ini, membingungkan... aku memanggil Budiyono dengan sebutan ‘mbah’, karena beliau adalah adik dari Kakekku, Arsorejo, dan juga beliau adalah paman dari ayahku. Namun aku memanggil Jinariyam dengan sebutan ‘bude’ karena beliau adalah kakak dari ibuku.
Dan kini, ada lagi yang menambah kebingungan silsilah keluargaku, walaupun pernikahan mereka masih dalam koridor syar’i..
Kakakku, Widiyasari Handayani, menikah dengan seorang laki-laki bernama Joko Winarno. Joko ini adalah anak dari pak Pur, seorang laki-laki yang merupakan paman ibuku dari pihak nenek. Jadi, seharusnya aku memanggil Joko dengan sebutan ‘Paman’. Namun kenyataan sekarang berputar, karena dia menjadi suami dari kakakku, maka aku bisa memanggilnya ‘Mas’. Hmmm...ini baru satu kesusahan yang aku doakan terus berlanjut...
Kenyataan agak susah yang lain adalah, yang berhasil membuat seorang anak kecil berumur empat tahun nyeletuk “Aku manggil Pak Joko, apa Mas Joko, Apa Mbah Joko???”. Ya, Hanindyo Purnomo Adi adalah anak bungsu dari Jumardi, yang merupakan anak dari pasangan Budiyono dan Jinariyam. Karena memang, dari garis neneknya, yang adalah budeku, Hanin memanggilku ‘Bibi’. Tetapi dari garis kakeknya, yang adalah adik dari kakekku, dia memanggilku ‘Mbak’, karena kami berada pada garis yang sejajar jika dilihat dari posisi ini. Dan kakakku, menikah dengan pamanku, yang bermakna ganda bagi Hanin.
Makna pertama untuknya adalah, Mbak Yani –panggilan akrab kakakku-, menikah dengan seseorang bernama Joko, yang kemudian bisa dipanggilnya Mas Joko.
Makna kedua, Bibi Yani menikah dengan seseorang bernama Joko, yang kemudian dapat juga dipanggilnya Pak Joko.
Dan yang ketiga, seseorang bernama Joko Winarno, adalah sepupu jauh dari Jinariyam, nenek Hanin, jadi, dia bisa memanggilnya Mbah Joko, yang menikah dengan Yani, yang kini bisa dipanggilnya Mbah Yani juga...
Begitulah, maka pertanyaan anak kecil ini, adalah pertanyaan retoris yang suatu hari nanti akan bisa dia jawab sendiri dengan kebingungannya yang dia doakan selalu langgeng.

hati ini sedang sakit

Kenapa hati ini tiba-tiba gundah. Padahal sudah lama tidak berinteraksi, dan memang saya menghindarinya. Agar rasa yang haram itu tidak lagi ada. Namun, ya Rabb,,,kekaguman itu mungkin telah menjalar di darah hamba...
Dan bagaimanapun upaya saya menghindarinya, bahkan mengatakan tidak, tetap saja, hanya dengan sapaan, hanya dengan sedikit percakapan yang tidak penting, menjadikan hati ini kembali dalam sakitnya. Bukan sakit yang sebenarnya, pun tidak sampai membuat diri ini menangis karena sedih kehilangan. Tapi sakit dalam arti yang lebih sungguh-sungguh. Bahwa memang benar, hati ini telah tertambat. Hati ini telah mengetahui bahwa ada yang salah dengan sebuah rasa. Yang sering disebut cinta. Bahwa cinta itu tak seharusnya diberikan padanya. Pada dia yang selama ini penuh misteri.
Hati ini telah sakit, melebihi mereka yang putus cinta. Melebihi mereka yang kehilangan yang dicinta. Tidak pernah ada kata putus di antara kami, karena kami tidak pernah pacaran semacam anak-anak muda yang lain. Pun kami tak pernah merasa saling kehilangan, karena kami sama-sama ada. Bahwa sesungguhnya kami tidak ada, itulah takdir yang membuat pedih dan sakit.
Kami tidak pernah tahu rasa apa yang ada di antara kami. Saya hanya berlebih dalam mengagumi Tuhan melalui dia. Padahal saya tahu ini tidak boleh. Maka yang hanya bisa saya lakukan adalah memendamnya, yang mungkin bisa dibongkar pada waktu yang Tuhan telah tentukan. Saya hanya berani meredamnya. Saya hanya berani mengungkapkannya di sini dan dalam setiap doa saya. Agar Tuhan menguatkan hati saya untuk hanya mengabdi padaNya, hanya beribadah padaNya, bukan untuk hal-hal sepele semacam ini. Saya hanya bisa berdoa agar Tuhan memilihkan yang terbaik untuk kami berdua. Dan agar Tuhan tidak menjatuhkan kami dalam mendurhakaiNya. Dan bagaimanapun, Tuhan tidak akan pernah mengijinkan segala perkara haram.
Biarlah hanya saya dan Tuhan yang tahu tentang perkara bodoh ini. Hingga pun jika nanti takdir berkata lain, yang sangat lain dari keinginan saya pun, akan selalu saya syukuri. Dan semoga kecintaan ini karena saya mencintai Tuhan saya.