Tampilkan postingan dengan label un. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label un. Tampilkan semua postingan

30 Desember 2011

pergilah ke tanah lapang

Bukan, bukan aku yang menginginkan kau hadir di sini.
Tiba-tiba saja kau ada.
Dan membuat mendung.
Dan membuat semuanya salah langkah.

Aku hanya ingin kau pergi.
Dengarlah suara dariNya.
Maka jangan lagi berkunjung.
Hengkanglah kau dari sini..

Aku tidak ingin kau melihatku lagi.
Pergilah,
Karena kau lebih baik tak pernah ada..

Bukankah tanah lapang itu ada untukmu?
Bukan hati yang sempit ini..

suatu pagi di Lereng Sindoro

dia berangin,
kadang berawan,
atau cerah paripurna..

kadang gerimis..
atau abu-abu dengan mendung menggantung.

seperti pagi ini,
cerah,
tapi tak mampu kulihat biru puncaknya..

atau kemarin,
gerimis kecil,
dihiasi gagah tubuhnya..

pandanglah ke barat dari sini...
maka kau akan dapat melihat
bagaimana dia pagi ini..

Dia tak pernah murka,
dan dia hanya menghembus saja..
bukan untuk kita menggerutu..

29 Desember 2011

I'm sure

I'm sure I believe in Allah..
that my destiny lies on Allah's hand...

and that I may climb a mountain with you,
someone who has been prepared for me..

I may do snorkling with you,
at somewhere we want to go..

I may swing the snow to your face,
in someday we meet..

and I'm sure I believe,
that day will come.

and now we're waiting for us..
for that somewhere someday..

17 Desember 2011

karena kau maya

Biarkan aku tidak mengenalmu
Lewat maya..
Karena kutahu engkau ada,
Di dunia nyata..
Meski nyatanya kau masih maya...
Engkau belum nyata...
Engkau masih digenggamNya..

8 Desember 2011

kau tahu,
aku meradang,
dan aku takut..
kau menjadi seperti dia yang lain...

maka biarlah aku diam..
menunggu detik yang tepat.

meski begitu mudah bagi Tuhan..
untuk menjadikanku debu yang beterbangan..
sebelum ada apa-apa..

dilarang curhat di sini...

hati saya sedang labil,
sampai-sampai membuat jengkel saudara saya di kampus..

pikiran saya terlalu banyak,
tapi juga terlalu kosong.
seperti terlalu banyak yang dipikirkan
tetapi juga tidak terfokus pada pemikiran..

tidak ada solusi yang mampu saya temukan saat ini,
ingin bercerita, tanpa ada yang mungkin mampu mendengar

ingin berteriak, tanpa ada yang mendengar
ingin menangis, tanpa mengeluarkan air mata..

dan saya bimbang,
terlalu banyak yang terbengkalai
terlalu banyak yang menggerutu di belakang,
yang kecewa,
yang terburai,

seperti usus ayam korban tabrak lari..
tidak lagi berguna
karena mati pun tidak lewat tiga saluran...

semua karena saya ada..

terlalu banyak yang terlanjur berharap.
terlalu banyak saya berharap...

entah telinga itu mendengar saya atau tidak.
entah mata itu memandang saya atau tidak
dan entah hati itu merasakan atau tidak..

ada gundah di sini,
ada galau di sini,
ada gelisah tak berujung di sini...

bukan karena Tuhan tidak menganugerahi..

hanya karena kesyukuran itu tak pernah hadir,mungkin..

dan semuanya tampak kabur,
tidak jelas tanpa fokus..
atau mungkin resolusinya perlu diperbesar??

saya tidak mengerti kenapa harus begini..